getting time...

NEWS » News

Pelaku Peledakan Kuningan Bukan JI?

Amirul Hasan - Okezone
Kamis, 23 Juli 2009 07:39 wib

JAKARTA - Polisi telah menyebar sketsa wajah dua tersangka pelaku peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta. Selain itu, berdasarkan hasil tes DNA Polisi membantah pemberitaan selama ini bahwa Nur Said dan Ibrahim pelaku peledakan.

Mantan anggota Jamaah Islamiyah Umar Abduh membantah jika pelaku peledakan diarahkan ke kelompok Noordin M Top yang merupakan bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah.

"Tidak mungkin sejauh itu, sepertinya tidak sampai ke sana," ujarnya saat berbicara melalui sambungan telepon dengan okezone, Kamis (23/7/2009).

Dia menilai, saat ini kondisi Jamaah Islamiyah di Asia Tenggara justru tengah mengalami pelemahan. Sebaliknya dia menengarai ada skenario yang dilakukan oleh "orang dalam" yang ingin mencari perhatian.

"Jangan-jangan ini dilakukan oleh Densus 88 sendiri, karena ngambek dengan atasan lantas melakukan ini. Kalau Al Qaeda mana indikasinya?" tukasnya.

Dia melihat sejumlah sejumlah keganjilan dalam kasus ini. Menurutnya, sejak awal operator CCTV Hotel JW Marriott sudah mengikuti gerak-gerik pria yang diduga pelaku ini.

"Dia sudah tahu, tapi mengapa tidak menginformasikannya (kepada kepolisian)," kata Umar.

Presiden SBY sendiri, dalam keterangan pers beberapa jam setelah peledakan mensinyalir bisa saja aksi terorisme dilakukan oleh kelompok baru yang selama ini belum dikenal.

"Aksi teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris meskipun belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini terjadi di bumi Indonesia, yang menimbulkan derita dan kesulitan yang dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia," urainya saat itu.
(hri)

  • ary » 0 Tanggapan
    bisa siapa saja....? sebenarnya ada berapa sih jaringan teroris di indonesia
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kikay » 0 Tanggapan
    jangan ada lg bom....,,,,..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • m » 0 Tanggapan
    sebaiknya para wartawan okezone.com tidak mencari berita dari orang-orang yang tidak berkapasitas sebagai sumber berita yang baik. Hasilnya, kualitas beritanya sangat buruk dan tidak dapat dipercaya!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.