7 Anggota Dalmas di Semarang Dipukuli Perwira

SEMARANG - Seorang perwira di Mapolresta Semarang Barat berinisial AKP BSN melakukan aksi pemukulan pada beberapa anggota Dalmas tanpa alasan yang jelas. Ironisnya, perbuatan itu disaksikan secara langsung Kapolresta Semarang AKBP Sofyan Nugroho.

Informasi dari sebuah sumber yang minta identitasnya disembunyikan mengatakan, aksi pemukulan itu bermula dari tujuh anggota Dalmas pimpinan Aiptu Agung sakit dan minta izin tidak melaksanakan tugas. Setelah sembuh dari sakitnya ketujuh anggota Dalmas tersebut kembali bertugas.

Pada saat apel pagi pukul 07.00 WIB, ketujuh orang anggota Dalmas itu disuruh menghadap ke depan oleh AKP BSN. Tanpa bertanya dahulu, mereka langsung dipukuli AKP BSN.
Setelah itu AKP BSN kembali mengumpulkan semua anggota Dalmas disamping mushola dan lagi-lagi dia memukuli ke tujuh anggota Dalmas itu dengan membabi buta.

"Pukulannya semakin berat dengan disertai tendangan. Saat siang mereka kembali menjalani penganiayaan fisik dengan disuruh lari dengan alasan supaya lebih sehat," kata sumber tersebut, Kamis (6/8/2009).

Melihat anggotanya diperlakukan tidak wajar, Komandan Kompi Dalmas Aiptu Agung akhirnya melakukan pembelaan supaya anggota kompinya tidak disuruh lari lagi. Dia khawatir kondisi kesehatan mereka tambah buruk. Bahkan Aiptu Agung menawarkan anggota Dalmas lainnya untuk menggantikan posisi anggota yang sakit dalam menjalani hukuman lari.
Namun AKP BSN tak mempedulikan pembelaan Aiptu Agung.

Anggota Dalmas yang lain turut melakukan pembelaan dan membuat AKP BSN semakin emosi. Sempat hampir terjadi pengeroyokan terhadap AKP BSN oleh para anggota Dalmas.

Namun aksi itu dapat dihindari setelah Aiptu Agung mengajak seluruh anggota Dalmas Polresta Semarang Barat keluar dari kantor dengan menggunakan truk Dalmas. Saat akan keluar dari Mapolresta Semarang Barat, truk itu nyaris menabrak tembok kantor

"Anehnya, Kapolres terlihat diam saja melihat penganiayaan tersebut. Anggota Dalmas merasa dilecehkan karena diperlakukan seperti binatang. Seharusnya sebagai pimpinan dia bisa bersikap bijaksana," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Semarang Barat AKBP Sofyan Nugroho mengatakan, peristiwa pemukulan itu tidak pernah ada. Namun, menjelang maghrib Kapolwiltabes Semarang  Kombes Pol Edward Syah Pernong melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Mapolresta Semarang Barat.

Kapolwiltabes nampak sangat marah atas insiden kekerasan tersebut. Edward bahkan mengaku mendapat informasi itu dari Kapolda Jateng dan wartawan. Dalam sidak tersebut Kapolwiltabes sempat membentak Kapolresta Semarang Barat.

"Jangan berbuat seperti itu (main pukul). Ini bukan zamannya lagi. Mungkin besok masuk media massa karena Kapolda sudah diwawancarai. Jangan diulangi hal-hal seperti itu," bentak Edward. (teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Video Mesum Resahkan Warga Prabumulih