Jamaah Naqsabandiyah, Puasa & Lebaran Selalu Lebih Awal

Jum'at, 21 Agustus 2009 06:08 wib | Rus Akbar - Okezone

Jamaah Naqsabandiyah, Puasa & Lebaran Selalu Lebih Awal (Independent) PADANG - Inilah jamaah di Sumatera Barat yang setiap tahun selalu lebih awal menunaikan ibadah puasa dan merayakan Salat Idul Fitri, yaitu jamaah Tarekat Naqsabandiyah.

Tahun ini, tarekat yang mengklaim memiliki ribuan jamaan di Sumtara barat itu mulai melakukan ibnadah puasa pada Kamis kemarin, atau dua hari lebih cepat dari pengumuman pemerintah yang menetapkan 1 Ramadan, jatuh pada Sabtu, 22 Agustus 2009.

Pengikuti tarekat atau lebih dikenal Tharikat berupaya mendekatkan diri dengan Tuhan dengan cara melakukan suluk atau tasawuf, di mana mereka melakukan zikir di dalam mesjid siang dan malam, bahkan bisa mencapai 40 hingga 60 hari.

Mursyid Syafei Malin Mudo (79) seorang guru di Masjid Baitul Makmur Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, menuturkan aktivitas ibadah tarekat, semakin digiatkan pada bulan Ramadan. Seluruh hal yang berbau duniawi mereka tinggalkan.

"Suluk ajaran kami ini tidak sama dengan suluk yang diajarkan Muhamaddiyah. Dalam suluk Naqsabandiyah, tiga ajaran intinya adalah Islam, Iman, dan Ihsan, ibarat three in one. Islam adalah landasan agama, Imam merupakan rukun dalam agama Islam, dan Ikshan artinya seolah-olah nampak Tuhan dan mendekatkan diri pada diri-Nya," terangnya.

Tarekat ini masuk ke Sumatera Barat di bawa oleh Muhammad Tayib, ulama yang sudah menyebarkan tarekat ini pada 1808 di daerah Piai, Kecamatan Pauh.

Ajaran tersebut diterima masyarakat luas karena dianggap sesuai dengan nilai-nilai budaya orang Minangkabau.

Menurut Mursyid Syafei Malin Mudo, tarekat merupakan sebuah organisasi tasawuf di bawah pimpinan seorang syeikh yang menerapkan ajaran kepada para murid-muridnya. Tarekat juga dimaksudkan sebagai suatu jalan yang dilalui oleh calon sufi dalam mencapai ma'rifat.

"Tidak mudah bagi seorang sufi untuk mencapai titik puncak yang harus dicapai dalam menjalani kehidupan bertasawuf. Sehingga pilihan lain dari hal ini adalah menjalaninya dengan bertarekat," katanya.

Tidak salah ketika okezone menyambangi Masjid Baitul Makmur, banyak orang yang sudah berusia lanjut, melakukan tasawuf. Sebagian besar adalah kaum perempuan.

Malin Mudo mengaku, aliran Naqsabandiyah ini diturunkan oleh murid Nabi Muhammad Saw, Abu Bakar Shidiq, kemudian dikembangkan lagi oleh Syafei yang berasal dari Mekah.

Sementara M. Tayib sendiri merupakan putra Pauh yang merantau ke Mekah dan kembali ke kampung dengan menyebarkan ajaran ini.

Dalam perkembangannya, di Kota Padang, ada sekira 50 surau atau musalla tempat pengkut tarekat melakukan aktivitas. Masing-masing surau memiliki sekira 200 sampai 300 jemaah. Sehingga diperkirakan jemaah Naqsabandiyah yang ada di Kota Padang mencapai 1.500 orang. (ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »