JAKARTA - Pengambilan sampel darah peternak Sukabumi pada 2007 lalu oleh Puslitbang Depkes dan peneliti Belanda, tidak melibatkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang saat itu masih menjadi peneliti.
"Mohon dipahami saya adalah peneliti sosial. Yang hanya meneliti perilaku. Hanya saja saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lumayan bagus. Jadi saya sering dilibatkan dan jadi perantara dalam kerjasama-kerjasama Internasional. Jadi bapak dan ibu tidak akan melihat saya dalam penelitian itu," terang Endang dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).
Saat itu, menurut Endang, yang menjabat sebagai Kepala Puslitbang adalah dr Erna, bukan dirinya. Kapuslitbang yang terdahulu sudah melakukan kerjasama yang ketat dengan peneliti Belanda.
"Darah diambil saat Litbang Depkes masih dipimpin oleh dr Erna. Jadi saat saya menjabat sebagai Kapuslit saya sudah melihat darah-darah itu di laboratorium," ujar Endang.
Bahkan dalam kerjasama tercatat bahwa sampel tidak boleh dibawa ke Belanda dan harus diteliti di laboratorium Indonesia. "Pendahulu saya sudah melakukan yang terbaik dan saya hanya meneruskan saja," katanya.
Sementara hasil penelitian mengenai virus flu burung menular ke peternaknya ternyata negatif. Hasil tersebut sudah disampaikan melalui surat tertulis ke Dinkes Sukabumi, tapi kata Menkes masih ditanyakan berulang-ulang oleh para peternak.
"Sampai akhirnya saya lengser dan digantikan dr Trihono. Muncul lagi masalah sampel darah-darah itu. Dr Trihono lantas ke Sukabumi untuk menjelaskan kepada para peternak itu secara langsung. Saya pikir itu sudah selesai," tuturnya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.