SURABAYA - Diperkirakan nama Yulianto yang terlibat kasus suap KPK yang mendekati valid, adalah Yulianto yang beralamat di Dharmahusada Permai III Kecamatan Mulyorejo Surabaya.
Namun persoalannya, nama Yulianto yang dimaksudkan dalam alamat tersebut sudah pindah sejak sekitar sepuluh tahun lalu. Penghuni rumah yang sekarang pun tidak mengetahui di mana keberadaan Yulianto sekarang.
"Rumah ini dibeli sekitar sepuluh tahun lalu. Itu pun melalui istri kedua Yulianto," kata Lenny Tjiemanto pembeli rumah Yulianto, Senin (9/11/2009).
Untuk melacak kebenaran Yulianto yang memang pernah menjadi pemilik rumah tersebut atau Yulianto sekarang pindah ke mana, sulit. Pasalnya database kependudukan yang dimiliki, baik di kelurahan maupun di kecamatan tidak bisa banyak berbicara.
"Data base kependudukan baru komputerisasi sekitar tahun 1998 Dan baru online sekitar tahun lalu," kata Sekretaris Kecamatan Mulyorejo Siti Kholifah ketika ditemui okezone.
Apalagi, tambah Siti untuk warga perumahan elit seperti di Dharmahusada Permai, biasanya mereka jarang sekali melapor. Meski mereka menempati rumah baru, namun mereka biasanya masih lebih suka menggunakan identitas alamat yang lama.
"Baru setelah ramai-ramai teroris itu mulai gencar dilakukan pendataan," kata Kholifah.
Sosok Yulianto masih menjadi pertanyaan apakah benar ada atau hanya tokoh fiktif yang dimunculkan Ari Muladi.
Ari yang diduga sebagai makelar kasus yang menghubungkan Anggodo Widjojo dengan pihak KPK, mengaku uang yang diterimanya dari adik bos PT Masaro Radiokom  Anggoro Widjojo ini, diberikan kepada seseorang yang bernama Yulianto untuk diteruskan kepada pejabat KPK.
Ari mengatakan Yulianto adalah pria yang tinggal di Surabaya dan memiliki ciri-ciri fisik alis mata yang tidak melengkung. Ari juga menyebut Yulianto tinggal di Dharmahusada Permai III.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.