Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Darah Peternak Sukabumi Tak Pernah Dibawa ke Hanoi

Rizka Diputra , Jurnalis-Selasa, 10 November 2009 |12:48 WIB
Darah Peternak Sukabumi Tak Pernah Dibawa ke Hanoi
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. (Foto: Insaf Albert Tarigan/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyangkal membawa sampel darah para peternak Sukabumi ke Hanoi, Vietnam, untuk dilakukan uji laboratorium. Sampel darah para petani berada di laboratorium Puslitbang Depkes.

Sementara mengenai pengiriman darah ke Hanoi, merupakan pengiriman DNA, yang juga bukan dari sampel darah peternak.

"Tetapi orang-orang sakit yang ditemukan karakter terdapat virus H5N1. Karena virus di Indonesia berbeda, itulah yang diperiksa peneliti kita," terang Menkes saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).

Menkes juga mengatakan pengiriman DNA itu didasari perjanjian, dan bahkan contoh DNA tersebut tidak ditinggal ke sana. Penelitian DNA tersebut masih berkaitan dengan virus flu burung (H5N1).

"Memang virus ini masih bisa diobati dengan tamiflu, tetapi mempunyai mutasi tertentu sehingga bisa lebih fit dan bisa membunuh," katanya.

Sebelumnya para peternak Sukabumi yang darahnya diambil untuk sampel, mempertanyakan tujuan dari pengambilan sampel tersebut. Mereka menduga, Menkes yang saat itu masih bertugas di Puslitbang Depkes, menjual sampel darah tersebut ke pihak asing.

Pengambilan sampel darah apra peternak Sukabumi tersebut pada 2007, bertujuan ingin mengetahui, apakah para peternak yang bekerja di peternakan akan terinfeksi H5N1 setelah unggasnya terkena virus tersebut. Sementara hasil penelitian mengenai virus flu burung menular ke peternaknya ternyata negatif. Hasil tersebut sudah disampaikan melalui surat tertulis ke Dinkes Sukabumi.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement