getting time...

Video Pemeriksaan Wiliardi-Antasari Menyesatkan

Kamis, 12 November 2009 17:52 wib
Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring. (Foto: Heru Haryono/okezone)
Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring. (Foto: Heru Haryono/okezone)

DENPASAR - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring menyayangkan video Williardi Wizar dan Antasari Azhar yang dirilis Mabes Polri kepada media massa belum lama ini. Video itu dinilai menyesatkan.

"Video itu jelas bukan seluruhnya fakta, karena hanya sepotong-porong. Kalau sepotong, tentu bisa menanamkan persepsi publik yang sepotong-potong juga," tegas Tifatul di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (12/10/2009).

Menurut Tifatul, video tersebut justru tidak akan menjelaskan keadaan. Sebaliknya, malah menanamkan persepsi publik untuk benci terhadap tokoh berinisial A.

Dia berharap video itu segera dibuktikan keotentikannya dengan cara diklarifikasi di Mahkamah Konstitusi. "Jangan malah dibuat blunder," katanya.
(Miftachul Chusna/Koran SI/hri)

  • Onde Mande » 0 Tanggapan
    Kunci bersihnya negeri ini dari korupsi adalah kejaksaan dan kepolisian.... jadi kalau negeri ini tidak bersih dari koruptor karena jaksa dan polisinya korup... ya gak pak mentri?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ode M. Arfa » 0 Tanggapan
    Video yang dirilis MABES POLRI sebenarnya ibarat pepatah "menepuk air di dulang terpercik muka sendiri". Kami prihatin dengan Kapolri yang selalu gembar-gembor bahwa POLRI sedang melakukan pembenahan diri untuk lebih profesional, tapi dari waktu ke waktu hampir selalu ditemui sepak terjang POLRI yang kontradiksi dengan keinginan yang ada. Saya jadi ingit dengan hadits Nabi "bahwa satu kali saja manusia menipu, maka dia akan menipu lagi untuk menjastifikasi tipuannya terdahulu. Inilah fenomena yang terjadi di institusi penegakan hukum negeri tercinta, muslihat sudah menjadi budaya yang melingkaran setan yang sulit jika enggan dikatakan mustahil untuk mencari ujung pangkalnya. Sadar dan bertaubat itulah satu-satunya terapi yang bisa dilakukan. Budaya tersebut bukan karena gaji yang kecil, tetapi lebih dikarenakan jiwa yang kerdil.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sanggam tobing » 0 Tanggapan
    saya sangat setuju dgn pendapat bapak menteri tsb....ttg video tsb malah saya tambah yakin kalau Polri mmg jagonya bikin rekayasa......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • elhaq » 0 Tanggapan
    Trus.........yg salah sapa dong....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wisanggeni » 0 Tanggapan
    yaaa sesat se sesat sesatnya lha wong orang ditutup matanya langsung ditempkan di tengah hutan gelap ya tahunya orang itu ada di huta cuma gak tahu kena apa udah di hutan he he he biasa bikin sandiwara tuh minta bantuan ama om deddy mizwar ahlinya. cuma saya yakin om deddy gak bakalan mau bikin skenaria bo'ong2an
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.