getting time...

Subagyo Sempat Hendak Merampas Senjata Polisi

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Sabtu, 21 November 2009 05:02 wib

DEPOK - Polres Depok hingga saat ini masih memeriksa 10 anggota yang terlibat dalam insiden penembakan Subagyo, supir angkutan kota D 102 Jurusan Lebak Bulus-Limo yang tewas ditembak dalam penggerebekan saat asyik bermain judi.

Kesepuluh anggota, termasuk Briptu IS, telah dimintai keterangan dan ditahan di tahanan khusus Polres Depok.

Kapolres Depok AKBP Saidal Mursalin membantah anggotanya menyeret Subagyo setelah penembakan tersebut. Saidal mengklaim aparatnya memperlakukan Subagyo secara manusiawi. "Gak diseret, digotong sama anggota, kan anggota banyak ada 10 orang, tidak mungkinlah diseret," ujarnya, Jumat (20/11/2009).

Saidal menegaskan, penembakan yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur. Sebelum menembak Subagyo, anggotanya terlebih dahulu memberikan tembakan peringatan. "Diberikan tembakan peringatan dua kali, tapi dia masih memberikan perlawanan." Jelasnya.

Menurut Saidal, anggotanya terpaksa menembak Subagyo karena terus melakukan perlawanan. Bahkan, kata Saidal, Subagyo sempat hendak merampas senjata anggotanya. "Sempat terjadi pergumulan, jadi terpaksa ditembak setelah diberikan dua kali tembakan peringatan." Tegasnya.

Berdasarkan Laporan Segera (Lapga) Polsek Limo ke Polres Depok bernomor LAPGA/36/XI/2009, penggerbekan judi pada Selasa 17 November lalu, dilakukaan anggota Reserse Tim I yang beranggotakan 10 anggota buru sergap.

Dalam Lapga tersebut, saat seluruh anggota mendatangi TKP terdengar letusan senjata dari senjata Briptu IS dan mengenai samping ketiak sebelah kiri badan Subagyo. Mendengar suara tembakan tersebut, seluruh anggota menolong korban, dan   ketiga rekan Subagyo yang melakukan perjudian, Oki, Saidin dan Lukas kabur. Subagyo tewas dalam perjalan menuju Rumah Sakit.
(teb)

  • jimmy » 0 Tanggapan
    Kalau pimpinannya suka"ngeles" apa lagi anggotanya...sadis....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • eko djanu » 0 Tanggapan
    sayang subagyo dah almarhum gak bisa ditanya bener mau rampas senjata apa kagak bisa aja itu hanya alasan si oknum kalo saja kisah albaqoroh bisa ditiru jaman sekarang wah nyari pembunuh gampang aja......yah sekarang yang dibutuhkan adalah nurani dan kejujuran amarat eh aparat bukan keparat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Aditya » 0 Tanggapan
    Kapolres Depok kelihatan sekali ingin melindungi anak buahnya. Padahal saksi mata begitu banyak tapi tetap tidak mau disalahkan. Sudah waktu nya SBY memecat seluruh polisi mental banci. Mana ada maling yang mau mengaku!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.