TULUNGAGUNG - Sedikitnya dua orang tewas dan satu luka-luka dalam musibah longsor di Dusun Jabung, Desa Geger, Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.
Salah satu korban adalah Wakini (45). Beruntung, Wakini yang sempat terkubur selama dua jam berhasil diselamatkan.
Sementara istrinya, Mikem (40) dan anaknya, Widayati (14), baru berhasil dikeluarkan dari timbunan lumpur dan material rumah pada pukul 11.00 WIB. Sayang, ibu dan anak itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Mereka ditemukan terkubur di ruang tengah dan dapur rumah.
"Kejadianya Sabtu (21/11) malam, saat hujan deras," tutur kerabat korban, Eko Suwarno, Minggu (22/11/2009).
Lokasi musibah ini berada di lereng Gunung Wilis. Sulitnya medan membuat proses evakuasi jenazah kedua korban berlangsung lama. Bahkan alat berat yang rencananya didatangkan, gagal ke lokasi. Alhasil, pencarian dua jenazah ibu dan anak itu dilakukan secara manual.
Sementara Wakini yang berhasil diselamatkan pada Minggu dini hari tadi, saat ini kondisinya masih syok. "Bagaimana istri dan anak saya," ujarnya.
Pria yang juga Ketua RT02/RW03 itu mengalami luka memar pada tubuh bagian kiri. Meski tidak mengalami patah tulang, Wakini belum bisa menggerakkan tubuhnya.
"Dia terkubur sampai batas leher. Saat ini untuk kencing saja belum bisa," papar Eko Suwarno. Pihak keluarga berharap ada bantuan dari Pemkab Tulungagung.
Sementara Bupati Tulungagung Heru Tjahjono ditemui di lokasi menjanjikan akan memberi bantuan kepada korban. Bupati mengakui longsor disebabkan hutan gundul.
"Tapi yang lebih penting kita selamatkan dulu korbanya," ujarnya. (Solichan Arif/Koran SI/lsi)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan