JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak menjalankan dan mengabaikan rekomendasi yang diberikan oleh Tim 8, yang telah memberikan rekomendasi terkait kasus dua pimpinan nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
Pernyataan ini disampaikan pengamat politik Fadjroel Rachman, saat nonton bareng pidato Presiden SBY, di kantor Imparsial, Jalan Diponogoro 10, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2009).
"Rekomendasi tim 8 diabaikan oleh Presiden SBY, dan SBY berpihak kepada Anggodo," pungkasnya.
Menurut aktivis tahun 80-an ini, SBY telah mengkhianati hati nurani rakyat, karena rakyat sangat berharap dalam kasus ini dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bisa dibebaskan dan masalah Bank Century bias diselesaikan.
"SBY mengkhianati rakyat. Kami berharap Candra dan Bibit bisa dibebaskan dan masalah Bank Century bisa dituntaskan," ungkapnya.
Selain itu dalam acara nonton bareng pidato juga dihadiri oleh puluhan masyarakat dan aktivis dari berbagai elemen. Dalam acara tersebut penonton juga meneriakan yel-yel revolusi.
Turut dalam acara tersebut, Ray Rangkuti yang menjabat sebagai Direktur LIMA (Lingkar Madani untuk Indonesia), Bony Hargen pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Usman Hamid dari Kontras, dan Danang Widiyoko dari Indonesian Corruption Watch (ICW). (hri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan