MEKKAH - Sekira tiga juta jamaah haji dari seluruh dunia yang berada di Kota Mekkah, Arab Saudi, Rabu (25/11) mulai bergerak menuju Arafah untuk mengikuti wukuf sebagai puncak ibadah haji. Mereka bergerak secara bergelombang, baik berjalan kaki maupun menumpang kendaraan.
Ritual wukuf yang dimaknakan sebagai perenungan merupakan replika saat manusia berada di Padang Masyar saat Hari Penantian, dalam formasi menunggu hisab Allah SWT (ditimbang pahala dan dosanya). Wukuf dimulai saat matahari menggelincir di tengah hari hingga tengah malam pada 9 Zulhijah (Kamis, 26 November).
Pantauan di kawasan Syisha dan Aziziah, Mekkah, pagi hari waktu setempat, ribuan jamaah berbondong-bondong menuju Arafah. Demi kelancaran jamaah melakukan jalan kaki, aparat keamanan setempat menutup jalan raya dan melarang semua kendaraan masuk ke jalanan.
Sedangkan jamaah yang menumpang kendaraan lebih banyak melalui jalan Aziziah, Syisha, dan terowongan Malik Fahad yang langsung tembus menuju Mina.
Namun, persiapan wukuf sempat terganggu karena hujan deras disertai petir dan angin di kawasan Kota Mekkah, Mina, dan Arafah seharian. Akibatnya, perjalanan jamaah haji, termasuk dari Indonesia, sempat dihentikan beberapa saat. Tenda-tenda yang berada di sejumlah maktab untuk jamaah terlihat basah, termasuk karpet di dalamnya.
Kondisi ini terjadi karena maktab dan muassasah (badan penyelenggara haji di Mekkah) tidak mengantisipasi akan adanya hujan lebat yang sangat jarang terjadi di wilayah itu.
"Jangan terlalu dibesar-besarkan, itu hanya kena air saja," ujar Kepala Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Abu Haris saat dihubungi wartawan di Mekkah. Selain di wilayah Mekkah, hujan deras juga mengguyur Kota Jeddah.
Bahkan, hujan dalam waktu cukup lama mengakibatkan ribuan kendaraan hanyut di salah satu ruas jalan raya antara Jeddah dan Mekkah. Kondisi ini tentu mengganggu perjalanan jamaah haji dari wilayah itu.
Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali menilai, seluruh persiapan bagi pelaksanaan wukuf di Padang Arafah telah dilakukan dengan baik dan berharap prosesi puncak ibadah haji itu berjalan lancar.
Mantan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga telah mendapatkan jaminan dari muasasah bahwa jamaah tak akan kekurangan makanan selama berada di Arafah.
"Saya sudah cek langsung dapur-dapur dan gudang penyimpanan logistik yang disiapkan oleh panitia," ujar Suryadharma Ali ketika meninjau persiapan wukuf di Padang Arafah bersama Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding dan Amirul Haj Bahrul Hayat, Selasa sore waktu setempat. (Boy Iskandar/Koran SI/ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan