BANDUNG - Wangi kemenyan begitu terasa saat memasuki situs Sumur Bandung di Kantor PLN, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (25/11/2009) malam.
Aromanya menambah suasana khidmat acara peringatan pergantian Tahun Baru Sunda atau Taun Sunda, 1 Kartika 1946 Saka. Wangi dupa yang dibakar di beberapa sudut juga menambah suasana semakin mistis.
Tembang-tembang Sunda yang dilantunkan membuat sebagian warga yang datang dari berbagai komunitas Sunda di Jawa Barat larut dalam suasana hening. Tepat pukul 20.30 WIB acara dibuka dengan rajah pasaduan atau doa bersama. Masyarakat yang datang rata-rata menggunakan pakaian khas Sunda dengan warna hitam-hitam.
"Doa bersama ini telah rutin kami lakukan setiap tahun dengan memilih situs Sumur Bandung sebagai tempat pelaksanaannya," ujar seorang panitia, Dadang Hermawan.
Pemilihan situs Sumur Bandung sebagai tempat digelarnya doa bersama, karena dinilai sebagai cikal bakal Bandung dan dibuat oleh orang Sunda. Pada situs ini tidak ada unsur penjajah sebagai pembuat.
Sumur Bandung dibuat pada tahun 1811, sebelum situs nol kilometer ada. Selain itu, Sumur Bandung memiliki nilai historis bagi masyarakat Sunda.
"Sumur bagi masyarakat Sunda bagaikan ibu. Karena di sebuah sumur, sumber kehidupan dibangun," paparnya. Diketahui, kalender Sunda sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNESCO.(Yugi Prasetyo/Koran SI/ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan