SEMARANG - Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Haryadi Soetanto menandaskan bahwa sarana dan prasarana untuk penanggulangan bencana banjir di Semarang, Jawa Tengah, masih sangat kurang.
"Peralatan belum cukup. Khususnya perahu karet saja belum cukup. Saya harus minta ke atas dan sekarang dalam proses," jelas Mayjen TNI Haryadi Soetanto usai pelaksanaan Gelar Pasukan Serta Perlengkapan Penanggulangan Bencana Alam di halaman Balai Kota Semarang, Kamis (26/11/2009).
Kondisi itu menurutnya harus disiasati dengan melakukan pengecekan sampai tingkat bawah sehingga diketahui jumlah peralatan. "Minimal essential force dipenuhi. Sehingga dapat mencukupi dalam menanggulangi bencana alam," tandasnya.
Namun demikian, Pangdam menyatakan tidak ada masalah dengan jumlah personel. Kodam IV Diponegoro memiliki 10 batalion untuk penanggulangan bencana alam. "Kami juga memiliki batalion 407 reaksi cepat penanggulangan bencana," katanya.
Bencana alam banjir menjadi sebuah fenomena tahunan di Semarang. Banjir Semarang selalu diikuti dengan bencana tanah longsor yang tak jarang memakan korban jiwa. (mbs)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan