BOGOR - Hari ini merupakan hari penyandang cacat sedunia. Namun bagaimana potret kehidupan lembaga pendidikan yang menampung para penderita cacat di Kota Bogor, Jawa Barat?
Sebuah sekolah khusus penderita cacat terpaksa harus mendatangkan guru sukarelawan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak didik tersebut.
Adalah Dewi Sopiani, guru sukarelawan yang mengajar di Sekolah Luar Biasa Darma Wanita, Malabar, Kota Bogor, Jawa Barat. Wanita berusia 27 tahun ini mengaku dirinya merasa terpanggil untuk mengajar para anak didik yang terbelakang mentalnya.
"Saya bekerja sebagai guru sukarelawan karena terpanggil hati saya," ujar Dewi yang telah bekerja sebagai guru sukarela selama satu tahun itu.
Sementara menurut Kepala Sekolah Mumuh Sumarto, saat ini di sekolahnya hanya terdapat 16 guru.
"Dari 16 guru tersebut, kita masih butuh para guru untuk mengajar para siswa penyandang cacat. Kami berharao pemerintah mendatangkan guru terutama guru kesenian dan ketrampilan," kata Mumuh.
Saat ini, lima persen dari jumlah penduduk di Kota Bogor mengalami cacat, baik cacat tubuh maupun cacat mental.
(Endang Gunawan/Global/lsi)