nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabupaten Cirebon Belum Ramah Terhadap Penyandang Disabilitas

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 18:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 04 525 1986790 kabupaten-cirebon-belum-ramah-terhadap-penyandang-disabilitas-qOIargVzf0.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone/Dede Kurniawan

CIREBON – Perlakuan diskriminatif kepada para penyandang disabilitas ternyata masih banyak dijumpai di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terutama di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

Stigma negatif yang kerap melabeli penyandang disabilitas itu, membuat Ketua Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC), Abdul Mujib merasa kecewa. Ia mengaku saat ini masih banyak teman-temannya yang diperlakukan kurang baik dan belum mendapat perhatian khusus dari Pemerintah.

“Para penyandang disabilitas selalu mendapatkan perlakuan dan stigma yang tidak baik. Padahal mereka membutuhkan dorongan semangat agar bisa memenuhi hajat hidupnya,” ujar pria yang kerap disapa Abdul saat ditemui Okezone di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon pada Senin, 4 Desember 2018.

Abdul menambahkan, perlakuan kurang menyenangkan juga terjadi pada mereka yang menderita penyakit kusta. Bahkan para pengidap kusta ini, pernah dibuatkan gubug di pinggir sungai yang jauh dari pemukimannya.

Baca: Hari Disabilitas Sedunia, Seluruh Pemda Didorong Terbitkan Peraturan yang Melindungi Para Penyandang 

Menurutnya, tindakan tersebut jelas perlakuan diskriminatif. Padahal mereka hanya ingin mendapatkan kehidupan yang layak dan dihargai.

“Setelah kami melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar, akhirnya masyarakat mau menerima mereka kembali,” tuturnya.

Tercatat di Kabupaten Cirebon ada sekitar 10.017 jiwa penyandang disabilitas. Sedangkan penderita kusta sekitar 200 jiwa lebih sejak tahun 2014.

Fakta tersebut menunjukkan, bahwa para penyandang disabilitas dan pengidap kusta perlu dilibatkan dan diberi ruang khusus saat berkegiatan di aasyarakat.

“Jangan membeda-bedakan kami. Kami tidak meminta untuk dikasihani. Mereka hanya perlu dihargai dalam kegiatan masyarakat, atau setidaknya libatkanlah mereka, agar bisa lebih produktif,” pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini