Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tolak Aksi Antikorupsi, Presiden Patut Dicurigai

Insaf Albert Tarigan , Jurnalis-Sabtu, 05 Desember 2009 |06:13 WIB
Tolak Aksi Antikorupsi, Presiden Patut Dicurigai
Din Syamsuddin (Foto: okezone)
A
A
A

JAKARTA - Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia akan digelar besar-besaran di pusat Ibukota pada 9 Desember 2009. Namun sayangnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaruh kecurigaan pada kegiatan tersebut.

Seperti yang disampaikan Presiden kemarin, ditengarai ada motif politik dalam aksi yang dipusatkan di Monumen Nasional itu. pernyataan Presiden pun menuai kecaman dari sejumlah pihak.

"Sebaiknya Pemerintah tidak bersikap reaktif apalagi reaksioner terhadap kritik masyarakat. Sikap demikian adalah anti demokrasi yang memberi peluang bagi kontrol sosial dan politik. Gelagat Pemerintah untuk membungkam kritik adalah bentuk authoritarianisme politik yang bertentangan dengan semangat demokrasi dan reformasi," kata Ketua Umum PP MUhammadiyah Din Syamsuddin saat dihubungi wartawan, Jumat (4/12/2009).

Din yang kini tengah berada di Melbourne, Australia, mengaku sangat mendukung aksi damai tersebut. Dia pun bersedia menjadi pembicara karena berkomitmen membersihkan Indonesia dari korupsi.

"Setiap dan semua warga negara yang anti korupsi akan mendukung aksi tersebut. Jadi yang mencurigainya justru patut dicurigai sebagai tidak secara sejati mempunyai sikap anti korupsi," pungkasnya.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement