JAKARTA - Kekhawatiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap aksi antikorupsi pada 9 Desember 2009 dianggap terlalu berlebihan. Presiden yang dikenal terlalu lamban, tidak siap menerima 'tekanan' dari gerakan-gerakan massa.
"Sekarang mulai kembali seperti zaman kolonial, kembali ke gerakan massa. Dialog sudah tidak diminati lagi. Kalau saja Presiden tidak lambat, dia hanya takut saja," kata pengamat politik Zulfikar Ghazali saat berbincang dengan okezone, Sabtu (5/12/2009).
Namun menurut Zulfikar, gerakan massa yang bertendensi politik tidak akan mampu menggulingkan pemerintah, seperti yang dikhawatirkan.
"Kalau maker, jauh lah itu. Kalau ada, itu hanya provokator," imbuh Zulfikar.
Seperti diketahui, pada 9 Desember akan digelar peringatan Hari Antikorupsi sedunia secara besar-besaran. Presiden khawatir gerakan massa ini memiliki motif politik.
(lam)