JAKARTA - Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat hari ini mengagendakan serah terima jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat dari Marzuki Alie ke Amir Syamsudin. Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono pun akan menghadiri hari terakhir Rapimnas ini.
Marzuki Alie melepaskan posisinya sebagai Sekjen karena kini peraturan Demokrat soal rangkap jabatan. Marzuki sendiri adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Amir penggantinya merupakan Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM. Pergantian ini dilakukan agar Marzuki fokus menunaikan tugas dan kewajibannya di kursi 'Senayan'.
Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo menepis kabar pergantian ini terkait dengan politik balas budi terhadap Amir yang selama ini dikenal handal menangani perkara hukum terkait partai berlambang segitiga biru itu. "Tolong jangan diartikan terlalu jauh. Kami lah yang tahu persis bagaimana situasi yang ada di Partai Demokrat," kata Hadi kemarin di sela Rapimnas Demokrat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Sementara, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan terpilihnya Amir yang juga berprofesi sebagai pengacara ini didasarkan pada kompetensi dan kapabilitas. "Pak Amir memiliki segalanya. Integritas, kapabilitas, kapasitas, akseptabilitas, dan diyakini bisa menjalankan tugas dengan baik," ujar Anas terpisah.
Kendati begitu, sejumlah pengamat menilai terpilihnya Amir Syamsudin tak lain untuk memperkuat Demokrat dalam menghadapi permasalahan hukum yang mungkin saja terjadi. "Alasanya kenapa Amir terpilih jelas, karena partai Demokrat diperkirakan akan menghadapi masalah hukum terkait dengan skandal Bank Century," ujar Guru Besar Ilmu Politik UI Maswadi Rauf kepada okezone. (frd)
(kem)