Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pansus Century Berakhir Antiklimaks?

Amirul Hasan , Jurnalis-Senin, 07 Desember 2009 |08:16 WIB
Pansus Century Berakhir Antiklimaks?
A
A
A

JAKARTA - Baru tiga hari ditetapkan terbentuk, Panitia Khusus Hak Angket Kasus Century sudah diragukan sejumlah pihak. Hak Angket Cantury disinyalir akan mengalami nasib yang sama seperti pendahulu-pendahulunya. Indikasi ini semakin kuat ketika melihat komposisi pimpinan pansus yang ditetapkan tiga hari lalu.

"Melihat komposisi pimpinan pansus dan kuatnya kepentingan fraksi, besar kemungkinan kasus Century akan berakhir antiklimaks," ungkap pengamat politik dari LSI, BUrhanudin Muhtadi dalam pesan singkatnya kepada okezone, Senin (7/12/2009).

Burhan menambahkan, sejak awal dirinya pesimis akan nasib Pansus Angket Cenyury. "Bahkan jika Gayus (PDIP) yang memimpin pansus, bukan berarti lepas dari inflitrasi politik," tegasnya.

Politik kartel yang telah menangkiti kepartian kita menjadi salah satu penyebabnya. Masing-masing partai memegang kartu truf lawan politik masing-masing partai. Ia mencontohkan, PDIP saat ini masih menghadapi kasus dugaan suap mantan Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom terhadap elit-elit partai berlambang moncong putih ini.

"Belum lagi kasus lama (penjualan) Indosat, VLCC maupun Inpers Megawati nomor 8 Tahun 2002 yang membuat sedikitnya sepuluh tersangka BLBI di SP3," terangnya.

Partai Golkar pun setali tiga uang. Banyak kasus lama yang melibatkan partai dan elit partai yang potensial jadi alat barter kasus. "Skandal keuangan yang melibatkan makelar politik ini dilakukan banyak partai. Biasanya mereka akan diam jika ada distribusi rante yang adil sesuai proporsi di DPR," tambah pria berkaca mata ini.

"Paling banter Pansus Century berhenti di kambing hitam atau sekedar dilihat sebagai perkara perdata. Semoga kekhawatiran ini tidak terjadi," pungkasnya.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement