PEKANBARU - Dibiarkankannya Merah Putih berkibar dalam keadaan sobek di gedung DPRD Riau, mendapat kritikan pedas dari para eks pejuang di provinsi itu. Perbuatan itu dianggap sebagai penghinaan perjuangan.
“DPRD keterlaluan jika sampai bendera Merah Putih saja tidak terurus. Mereka tidak tahu betapa susahnya memperjuangkan Merah Putih bisa berkibar sewaktu zaman perjuangan. Ini sebuah penghinaan,” tegas Ketua Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) Riau Mustapa Yatim, kepada okezone di Pekanbaru, Selasa (22/12/2009).
Dia mengungkapkan, dalam merebut kemerdekaan Indonesia dan sampai mengibarkan bendera Merah Putih, para pejuang telah mengorbankan jiwa dan raga. Jutaan pejuang gugur dalam medan perang.
“Tidak mudahlah meraih kemerdekaan itu. Nyawa, harta, keluarga rela dikorbankan untuk merebut kemerdekaan dari penjajah. Mereka yang menjadi generasi muda harus lebih menghargai jasa-jasa perjuangan,” lirihnya, sedih.
Menurut dia, yang turut berperang di era perjuangan 1945 adalah mereka yang pendidikannya terbengkalai dan bergabung untuk merebut kemerdekaan.
“Kita sangat sedih sekali melihat tingkah DPRD itu. Merah Putih jati diri bangsa. Bagaimana jika ini dilihat bangsa lain, kita malu. Berarti tidak ada sama sekali menghargai para pahlawan,” kata pria yang menjadi Ketua Para Pelajar pada tahun 1945 ini.
Untuk itu, dia meminta agar wakil rakyat yang menjadi contoh masyarakat bisa mengganti bendera Merah Putih yang robek. Karena, lanjut dia, jika tidak ada para pejuang, mereka tidak mungkin bisa hidup mewah dan duduk di kursi empuk seperti sekarang ini.
“Jangan bisanya hanya duduk di ruang AC, cobalah perhatikan yang penting itu. Saya rasa tidak mungkin kalau tidak ada anggaran pembelian bendera. Kami minta secepatnya bendera yang sobek itu diganti dengan yang lebih layak, agar terus berkibar dan tetap jaya,” harapnya.
(teb)