getting time...

Korban Bom Bali Bangun Taman Perdamaian

Selasa, 22 Desember 2009 15:28 wib
wordpress
wordpress

DENPASAR - Para korban ledakan bom Bali tahun 2002 dan 2005 menggagas pendirian Taman Perdamaian atau Bali Peace Park. Proyek itu diharapkan sudah bisa berdiri pada Oktober 2010.  
Taman itu rencananya dibangun di bekas pusat lokasi peledakan bom, tepatnya di bekas Sari Club di Jalan Legian, Kuta. Hingga sekarang, areal seluas delapan are itu masih dijadikan lahan parkir.
 
Juru bicara perkumpulan BPP Phil Britten menyatakan, taman itu memiliki makna penting untuk mengenang tragedi kemanusiaan tujuh tahun silam tersebut.
 
“Selain itu bisa menjadi sarana pendidikan untuk memerangi terorisme di dunia,” ujarnya ketika berkunjung ke lokasi, Selasa (22/12/2009).
 
Menurut Britten yang menderita luka bakar pada ledakan bom 2002, Pemerintah Australia mendukung sepenuhnya rencana ini, di antaranya dengan dengan menjadikan sumbangan bagi pembangunan taman ini bisa menjadi bagian pengurangan pajak.
 
Ketua Asosiasi Nick Way menyatakan, pihaknya juga masih terus melakukan negoisasi untuk pembelian tanah karena harga yang ditawarkan oleh pemilik lahan masih terlalu tinggi. Pemilik tanah hanya bersedia melepas tanah tersebut dengan harga USD3 juta. Sedangkan Asosiasi Bali Peace Park memprediksi harganya hanya USD700 ribu.
 
“Kami akan bertemu lagi dengan pemilik tanah pada Januari nanti,” ujarnya.
 
Terpisah, Kepala Biro Humas Pemda Bali Putu Suardika menyatakan, Asosiasi Bali Peach Park telah bertemu dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk membeberkan rencana mereka. “Gubernur memberikan dukungan dan menilai gagasan itu akan mempererat hubungan antara Australia dan Bali,” katanya.

(Miftachul Chusna/Koran SI/teb)