PEKANBARU - Belasan ekor harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berkeliaran di pemukiman warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cinaku, Kabupaten Inhu, Riau. Warga mengaku resah, namun sejauh ini belum ada langkah apapun dari pemerihtah setempat.
Kepala Desa Tanjung Sari Miswanto kepada okezone mengatakan, harimau ini berkeliaran di pemukiman warga sudah terjadi dalam sebulan terakhir. Harimau ini kadang berkeliaran di rumah warga secara bergerombol maupun sendiri-sendiri.
“Warga sangat resah, harimau itu menampakan di tengah-tengah warga. Kadang kalau sedang istirahat, harimau itu mengaum. Kita sudah laporkan ke Pemkab Inhu maupun BKSDA namun belum ada tanggapan,” katanya kepada okezone, Rabu (23/12/2009) malam.
Menurut Kades, harimau itu turun kemungkinan disebabkan oleh pembukaan hutan Krumutan yang termasuk hutan marga Satwa yang berada di Kabupaten Inhu dan Kabupaten Inhil oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
“RAPP sudah melakukan aksi penebangan hutan di perbatasan Inhu dan Inhil selama enam bulan terakhir. Mungkin inilah yang menyebabkan keluar harimau, karena hutan yang selama ini tempat mereka hidup dibabat oleh PT RAPP,” ujarnya.
Dia bersama masyarakat mengaku sudah melaporkan tindakan RAPP ke Kabupaten Inhu. Namun Pemkab sendiri mengaku tidak mengatahui apakah penebangan kayu dan dirubah menjadi tanaman kayu akasia RAPP itu sudah masuk ke Kabupaten Inhu.
“Perambahan kayu kini sudah masuk desa kita. Warga sendiri saja tidak dibolehkan mengambil kayu bakar di hutan itu, jika mengambil warga ditangkap polisi yang kini membeking oprasi RAPP. Namun mereka sendiri bebas menebangi kayu kami,” keluhnya.
(teb)