YOGYAKARTA - Puluhan aktivis Yogyakarta yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Sipil (SMS) Yogyakarta, sekira pukul 22.00 WIB menyalakan lilin dan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di Tugu Yogyakarta.
Hal itu dilakukan sebagai tanda turut berduka cita atas meninggalnya tokoh, bapak bangsa yang sangat peduli terhadap nilai-nilai multi kulturalisme, kemanusian dan keadilan yaitu almarhum Abdurahman Wahid atau yang lebih akrab disebut Gus Dur.
Tak hanya menyalakan lilin dan mengibarkan bendera setengah tiang, para aktivis juga membakar dupa dalam tunggu kecil serta menyanyikan lagu gugur bunga bagi almarhum mantan Presiden RI yang terkenal kontroversial.
"Tujuan acara kita pada malam ini mendoakan almarhum Gus Dur yang telah dipanggil menghadap Tuhan, agar dosa-dosanya diampuni, diberikan tempat di sisi-Nya dan keluarga diberikan keteguhan dalam menghadapi cobaan-Nya," ujar Hasto, salah seorang aktivis di Yogyakarta, Rabu (30/12/2009) malam.
Dalam kesempatan itu Hasto juga menyatakan lilin yang dinyalakan sebagai sombol cahaya penerang, simbol pemikiran Gus Dur terhadap bangsa Indonesia. Gus Dur ibarat lilin yang menjadi penerang bagi bangsa Indonesia yang tengah dalam kondisi sakit.
"Meski Gus Dur telah mendahului kita, namun bukan berarti semangat Gus Dur juga hilang. Semangat Gus Dur yang peduli dengan sesama, memperjuangkan kemanusian, pejuang keadilan tetap nyala terang," tandasnya
Cinde Laras, salah penggagas acara Nyalakan Lilin Kemanusia menyatakan meski telah wafat namun api lilin yang menyala ini sebagai lambang perjuangan Gus Dur yang tidak akan pernah padam.
"Gus Dur boleh tiada, namun semangat untuk kemanusian, pluralisme, keadilan yang selama ini diperjuangkannya tetap akan menyala dan tidak akan pernah padam," tandasnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.