JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan gelar pahlawan nasional pantas diberikan bagi mantan Presiden Indonesia termasuk Soeharto dan Abdurahman Wahid atau Gus Dur.
Din berpendapat, pemberian gelar pahlawan dimaksudkan sebagai tanda terima kasih bangsa atas jasa para pemimpinnya. "Wajar kalau diberi gelar kepahlawanan nasional baik Bung Karno (Soekarno), Soeharto termasuk Gus Dur. Tentu jasanya tidak bisa diabaikan, walaupun ada kesalahan-kesalahan," kata Din kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/1/2010)
Khusus untuk Gus Dur, Departemen Sosial tengah melakukan pengkajian pemberian gelar pahlawan. Depsos telah menerima pengajuan Gus Dur sebagai pahlawan nasional dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri masih memproses usulan dari warganya.
Ramainya usulan menjadikan mantan Presiden RI ke-4 itu menjadi pahlawan nasional belakangan mendorong sejumlah politisi lainnya untuk mengusung gelar yang sama bagi mantan Presiden Alm. Soeharto. Namun, untuk Soeharto, ada yang berpendapat, gelar pahlawan tak tepat dihadiahi kepada pemimpin Indonesia selama 32 tahun itu. Soeharto dianggap memiliki cacat hukum semasa kepemimpinannya. (frd)
(hri)