BALIKPAPAN - Departemen Pendidikan Nasional menargetkan tahun 2010 dapat mengoperasionalkan sekolah formal di Kinabalu, perbatasan Kalimantan- Malasyia.
"Insya Allah tahun 2010 ini sudah bisa operasioanal. Lahan sudah ada dibebaskan di daerah Kinabalu, perbatasan dengn Malasyia," ungkap Mendiknas M Nuh kepda pers usai membuka Konfrensi Kerja Nasional PGRI di Hotel Grand Sinyiur, Balikpapan, Jumat (22/1/2010) malam.
Menurut Mendiknas, sekolah di perbatasan ini adalah yang pertama dalam rangka mengakomodir anak-anak Indonesia yang tinggal di perbatasan, termasuk mereka yang keluarganya bekerja sebagai TKI.
Untuk menjangkau lokasi yng sangat jauh dan luas, pihaknya juga akan memperbanyak sekolah informal seperti Paket A, B atau Paket C. "Kita perbanyak juga sekolah informal di perbatasan," ujarnya.
Soal guru atau pendidik lanjut M Nuh, belum diketahui jumlah pasti. Namun masalah ini sudah dibicarakan dengan Dinas Pendidikan yang berdekatan dengan perbatasan.
"Guru-guru yang mengajar di perbatasan atau terpencil kita beri insentif finansial secara khusus yang berbeda dengan mereka yang ada di perkotaan. Bisa juga mereka diberikan insentif jenjang karier yang lebih cepat di banding mereka yang berada di perkotaan. Selain itu guru yang memiliki putra-putri bisa diberikan beasiswa," tandasnya.
Tujuan pendirian sekolah ini yakni agar anak-anak Indonesia di perbatasan atau pedalaman benar-benar bisa menikmati pendidikan yang sama. "Yang penting agar mereka tidak buta huruf-baca," tambahnya.
(ram)