JAKARTA - Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum merasa dikecewakan oleh pandangan sejumlah partai koalisi yang menyebut adanya pelanggaran dalam kebijakan kucuran dana talangan ke Bank Century.
"Sebetulnya itu kurang elok, beberapa fraksi koalisi hanya mengangkat temuan kekurangan," kata Anas kepada okezone dalam pesan singkatnya, Selasa (9/2/2010).
Dia menjelaskan, kesimpulan sementara yang dipaparkan Fraksi Golkar, PKS, PAN dan PPP hanya sepotong fakta dari keseluruhan hasil penyelidikan di panitia khusus angket Century. Menurutnya, fraksi koalisi harus seimbang dalam melihat data dan fakta awal mula dipilihnya kebijakan membail-out Century. "Temuan yang positif dan penjelasan dari BI dan KSSK tidak diberikan tempat," keluh Anas.
Seperti diketahui, hanya Fraksi Demokrat dan F-KB yang terang-terangan membela kebijakan bail-out Century. Sementara, lima fraksi koalisi lainnya malah berseberangan pendapat. Mereka menemukan adanya dugaan penyimpangan mulai dari proses merger, kucuran fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP), hingga kucuran dana talangan melalui skema penyertaan modal sementara (PMS).
Menanggapi adanya perbedaan pandangan ini, pengamat politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf berpendapat posisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan partai Demokrat terpojok. Guru Besar FISIP UI ini mensinyalir Yudhoyono bakal turun tangan langsung menengahi 'konflik' ini.
"Kemungkinan besar lobi intensif dilakukan Yudhoyono dengan ketua partai koalisi supaya perbedaan pendapat ditemukan dan diperlunak," kata Maswadi dihubungi terpisah.
(hri)