BLITAR - Seekor ular jenis phyton dengan panjang enam meter dan berat 100 kilogram atau satu kuintal ditangkap empat orang pemburu babi hutan (celeng) di Dusun Karangrejo Timur, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, bawah kaki Gunung Kelud.
Penyergapan hewan melata yang populer bernama sowo kembang tersebut berlangsung Senin malam, sekira pukul 23.00 WIB, sepekan lalu. Menurut keterangan Saidi (42) saat ditangkap hewan berukuran super besar tersebut sedang memangsa seekor kijang betina.
Bahkan karena aktivitasnya merasa terusik, ular ini sempat menyerang Saidi yang saat itu bersama Judi (35), Winarno (40), dan Wanto (30).
“Kepalanya yang menjulur akan menyerang oleh Judi langsung dijepit kayu. Kami langsung menggulung tubuhnya dengan terpal yang sengaja kami bawa sebagai antisipasi jika hujan,“ tuturnya kepada wartawan Selasa (2/3/2010).
Meski sudah berada di dalam terpal, keempat pemburu tidak serta merta bisa melumpuhkanya. Sebab, binatang yang berkulit coklat kombinasi hitam putih itu terus menggeliat berusaha melawan.
“Sekitar tiga jam lamanya kami berhasil melumpuhkanya. Kami bungkus dan kami ikat erat-erat. Awalnya sempat kami kira sebagai hewan jadi-jadian,“ papar Judi.
Karena kelelahan, para pemburu yang juga warga setempat ini istirahat di lokasi semalaman, dan melanjutkan perjalanan pulang pagi tadi sekira pukul 06.00 WIB. Karena memikul ular yang beratnya sama dengan satu kuintal beras itu dengan perjalanan kaki, pulang ke desa yang biasanya ditempuh waktu 4-5 jam, menjadi 9 jam.
“Mungkin yang menjadi lebih berat karena di dalam perut ular ada kijangnya,“ terang Judi.
Saat ini, binatang yang pada siang hari selalu menggulung badannya itu ditempatkan di sebuah kandang ayam dengan dinding anyaman kawat di rumah Judi. Ular ini sempat membuat panik, ketika tiga hari kemudian memuntahkan kijang yang sudah dalam keadaan busuk.
“Sebelum kijang keluar diawali dengan mengucurnya darah segar dari mulutnya. Hingga saat ini juga belum makan. Seekor bebek yang kami sediakan tidak dimangsanya,“ jelasnya.
Sementara itu kabar penemuan ular phyton berukuran besar itu langsung menyebar dan menarik perhatian warga. Puluhan warga langsung berbondong-bondong ingin menyaksikan hewan raksasa itu dari dekat. Selain dari Blitar, Tulungagung, dan Kediri, tidak sedikit pengunjung mengaku berasal dari Surabaya dan Malang.
Seperti Totok (23), warga Kabupaten Tulungagung mengaku jauh-jauh ke Desa Modangan hanya untuk memastikan apakah ular dari lereng Gunung Kelud itu benar-benar ada, atau sekedar bualan. “Memang kenyataanya ada. Bukan ular jadi-jadian,“ ujarnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.