JAKARTA - Sikap anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) yang memilih opsi C pada rapat paripurna DPR soal kasus Bank Century berbuntut panjang.
Akibat perbedaan sikap dengan Partai Demokrat tersebut, DPP PPP berencana mengganti pimpinan fraksinya di DPR. Sebaliknya, sikap Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) yang memilih opsi A, justru menuai protes dari konstituennya.
Wakil Sekteratis Jenderal (Wasekjen) DPP PPP M Romahurmuzy mengakui sudah mendengarkan informasi pergantian pimpinan fraksi dari DPP PPP. “Ada berita beredar begitu.Tapi saya tidak bisa memastikan siapa penggantinya. Karena itu urusan DPP,” kata Romahurmuzy di Jakarta.
Berdasarkan rumor yang beredar, pilihan FPPP atas opsi C yang menyatakan bahwa bailout Bank Century bermasalah, menyalahi instruksi Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali. DPP PPP meminta agar semua anggota fraksinya di DPR mengikuti pilihan politik Partai Demokrat yakni opsi A.
Tetapi dalam voting terakhir, ternyata seluruh anggota FPPP memberikan suaranya untuk opsi C yang akhirnya menang dan disahkan dalam rapat paripurna DPR. Sekadar untuk diketahui, opsi A menyatakan bahwa bailout Bank Century tidak bermasalah. Sementara opsi C menyatakan adanya pelanggaran pada kebijakan bailout Bank Century tersebut.
Menurut Romahurmuzy yang juga Sekretaris FPPP ini, ada anggapan dari DPP PPP bahwa pimpinan fraksi yang sekarang ini terlalu sering membangkang. “Perkembangan akhir-akhir ini memang ke sana.Tapi saya sekali lagi belum tahu pastinya, meskipun informasi itu dari DPP. Itu risiko dari kasus Century ini,”ungkapnya.
Di tempat terpisah, Koordinator Aksi APPKB Misbahul Munir mengatakan, sikap PKB dalam kasus Century tidak memihak pada kebenaran. Karena itu, mereka mendesak anggota Pansus Century dari FPKB meminta maaf kepada konstituen partai yang didirikan KH Abdurrahman Wahid ini. “Kami juga mendesak Muhaimin Iskandar untuk mengundurkan diri. Karena dalam kasus Century sikap PKB tidak prorakyat dan tidak memihak pada kebenaran,” ujarnya.
Menanggapi aksi itu,Ketua DPP PKB Marwan Ja’far menduga kelompok yang bergejolak adalah kelompok lama, yakni kelompok yang kalah dalam pertarungan di internal di partainya. Sebab,kader PKB saat ini sedang solid-solidnya untuk mempersiapkan Pilkada sehingga tidak mungkin jika ada gerakan yang seperti itu.“Kita melihatnya itu orang-orang dulu,” katanya.
Menurut dia, sikap politik PKB terkait Century sudah selesai baik di tingkat kader maupun pengurus. Kalau pun ada yang menanyakan, hal itu adalah hal yang wajar tetapi tidak pernah ada gejolak. “Saya ini lagi reses di daerah, dan nggak ada yang bergejolak soal itu,” katanya.
Menurut dia, seharusnya para kelompok yang sudah dinyatakan kalah oleh pengadilan tidak terus mengganggu suasana partai yang sudah kondusif. Dia pun menyarankan jika memang masih berminat untuk bersama-sama di PKB harusnya datang dengan baik-baik agar bisa kembali duduk bersama.
(Koran SI/Koran SI/ful)