Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bali Krisis Vaksin Rabies, KorbanTerus Berjatuhan

Miftachul Chusna , Jurnalis-Sabtu, 24 Juli 2010 |05:14 WIB
Bali Krisis Vaksin Rabies, KorbanTerus Berjatuhan
Ilustrasi
A
A
A

DENPASAR - Bali mengalami krisis vaksin antirabies (VAR) dalam sepekan terakhir. Sejak 2008 hingga Juli 2010, korban yang meninggal mencapai 74 orang.

Pada pekan ini saja penyakit anjing gila itu merenggut nyawa dua orang, yakni Wayan Seraya (67), Wayan Reti (80, keduanya dari Karangasem. Seraya meninggal ketika mobil ambulans yang membawanya hampir tiba di RSUP Sanglah, Denpasar, Kamis lalu.

“Bapak sempat dibawa ke puskesmas untuk minta vaksin tapi kata petugas persediaannya habis,” ujar Made Edi, putra korban ketika ditemui di kamar jenazah RSUP Sanglah, Denpasar.

Sedangkan Reti meninggal sehari sebelumnya. Warga asal Desa Manggis, Karangasem, ini meninggal setelah dirawat sehari di rumah sakit terbesar di Bali ini.  Diduga korban meninggal akibat tidak mendapat VAR saat dibawa ke puskesmas di desanya dan baru mendapat suntikan VAR tiga hari sebelum meninggal.

“Untuk sementara,kedua korban masih kita nyatakan suspect rabies,” kata Koordinator Pelayanan Forensik RSUP Sanglah Ida bagus Putu Alit.

Pemprov Bali mengakui, stok VAR di Bali habis terkait banyaknya kasus gigitan anjing. Tercatat, enam dari sembilan kabupaten di Bali mengalami kehabisan stok VAR, yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Klungkung, Bangli,dan Buleleng.

“Serangan rabies di daerah cukup tinggi,” ujar Kepala Humas Pemprov Bali KetutTeneng.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement