getting time...

Insiden Pong Harjatmo Tak Segawat Mei 98

Misbahol Munir - Okezone
Jum'at, 30 Juli 2010 16:23 wib
Pong Harjatmo (Foto: Yudha Wirakusuma/okezone)
Pong Harjatmo (Foto: Yudha Wirakusuma/okezone)

JAKARTA - Insiden pencoretan tembok Gedung DPR dianggap sebagai bentuk penyampaian ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap para wakilnya di Senayan.
 
Namun Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustofa mengungkapkan, penyampaian aspirasi seperti yang dilakukan artis Pong Harjatmo itu tidak perlu dikhawatirkan akan seperti peristiwa Mei 1998 silam.
 
"Nggak perlu. Ini kan baru awal. Nanti kalau misalnya satu tahun ke depan masih tetap kinerjanya, nah barulah orang bisa mengambil kesimpulan," ujarnya di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (30/7/2010).
 
Adanya suara-suara yang disampaikan masyarakat, lanjut dia, sangat perlu agar para anggota dewan bisa mengintrospeksi dirinya masing-masing.
 
"Itu suara rakyat, protes, ekspresi, kekecewaan. Menyampaikan aspirasi itu suatu yang biasa dan wajar," pungkasnya.
 
Pong mengaku kesal dengan tingkah laku anggota dewan yang tidak peduli dengan keluhan rakyat. Menurut Pong, anggota dewan tidak bisa lagi dikritik dengan tulisan atau tayangan TV yang bersifat menyindir, tapi harus dengan tindakan.
 
Namun Pong membantah bahwa tindakannya dilakukan untuk mencari popularitas. 
 
Pantauan okezone, coretan yang dibuat bertuliskan jujur, adil, dan tegas, dan dibuat dengan menggunakan cat semprot berwarna merah. Pong beraksi sekira pukul 12.00 WIB. Dan kini Pong Harjatmo tengah dimintai keterangan di kantor Pamdal DPR.

(lam)

  • Deddy Supriadi » 0 Tanggapan
    Saya yakin,banyak orang yg mendukung aksinya mas Pong...cuma sayanng,apapun aksi yang dilakukan oleh orang biasa tak akan da artinya sebab manusia2 pembohong yg menghuni gedung nusantara tak akan mendengar.yg mereka pikirkan hanyalah duit dan duit sementara rakyat makin sengsara masa bodoh.julukan "wakil rakyat" saya rasa ga pantas mereka sandang..semua palsuuuuu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Deddy Supriadi » 0 Tanggapan
    Saya yakin,banyak orang yg mendukung aksinya mas Pong...cuma sayanng,apapun aksi yang dilakukan oleh orang biasa tak akan da artinya sebab manusia2 pembohong yg menghuni gedung nusantara tak akan mendengar.yg mereka pikirkan hanyalah duit dan duit sementara rakyat makin sengsara masa bodoh.julukan "wakil rakyat" saya rasa ga pantas mereka sandang..semua palsuuuuu.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.