JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan pembangunan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) senilai Rp 1,6 triliun sebaiknya tidak terlalu dipaksakan.
"Saya berharap DPR memprioritaskan ke tenaga ahli dari pada gedung," kata Muhaimin Iskandar di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Sabtu (4/9/2010).
Menurutnya, DPR RI lebih membutuhkan tenaga ahli yang banyak sehingga bisa menjembatani kebutuhan perumus undang-undang maupun komunikasi dengan pemerintah.
Dan sejauh ini ia menganggap pembangunan gedung baru senilai 1,6 T itu lebih baik dilakukan bertahap saja dan tidak usah dipaksakan. Begitupula soal tempat, perlu penambahan tapi tidak perlu sampai 1 triliun lebih.
"Jangan terlalu mewah dan terlalu besar, cukup separonya saja,"pungkasnya.
Seperti diketahui, Badan Urusan Rumah Tangga DPR menganggarkan dana sebesar 1,6 triliun untuk pembangunan gedung baru. Namun belakangan diketahui pembangunan gedung tersebut juga akan dilengkapi dengan kolam renang dan spa.
(crl)