JAKARTA - Komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (Kontras) mendesak pemerintah untuk membuat tim independen untuk menyelesaikan kasus Buol.
"Kita meminta kepada pemerintah untuk membuat Tim independen investigasi yang terdiri dari unsur masyarakat sipil, anggota kepolisan, kompolnas, dan komnas HAM," kata Haris Azhar, kordinator kontras kepada wartawan di kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta, Sabtu (4/9/2010).
Dia juga mengharapkan masyarakat sipil yang terlibat sebagian besar dari Sulawesi Tengah.
"Lebih banyak masyarakat dari Sulawesi Tengah agar bisa melihat lebih terang dan jujur," tambahnya.
Dengan demikian, jika penelusuran dari tim independen bisa jadi sebuah rekomendasi dalam penanganan lebih lanjut. "Hasil dari tim independen nanti bisa jadi rekomendasi yang nantinya bisa masuk ke ranah hukum," tutupnya.
Sebelumnya, sekira 500 warga melakukan penyerangan terhadap kantor Polsek Buol Sulawesi Tengah pada Selasa, 31 Agustus, malam. Kejadian tersebut dipicu kekecewaan warga atas kematian Kashmir bin Yeti Mumun (19), seorang tukang ojek yang meninggal di tahanan Polsek Buol.
Polisi mengaku, Kashmir meninggal karena gantung diri di tahanan Mapolsek. Namun warga megaku tidak terima dengan keterangan polisi. Mereka mempertanyakan luka lebam di tubuh Kashmir.
Kashmir sendiri ditahan di sel lantaran terlibat kecelakaan lalu lintas dengan salah seorang anggota polisi. Sejauh ini tujuh warga dikabarkan tewas akibat insiden tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka.
(kem)