getting time...

Empat Alasan Posisi RI Lemah di Mata Malaysia

Anton Suhartono - Okezone
Minggu, 5 September 2010 11:14 wib
(Foto: okezone)
(Foto: okezone)

JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia mengatakan ada empat alasan mengapa posisi Indonesia lemah jika masalah sengketa perbatasan dengan Malaysia dibawa ke Mahkamah Internasional.

“Pertama, kerasipan di Indonesia sangat lemah. Indonesia tidak menyimpan bukti-bukti yang kuat untuk mendasari klaimnya. Ini yang terjadi ketika Indonesia bersengketa dengan Malaysia atas Pulau Sipadan Ligitan. Malaysia tahu betul tentang hal ini,” ungkap Hikmahanto kepada okezone, Minggu (5/9/2010).

Hal kedua, lanjutnya, Indonesia membutuhkan dana besar untuk menyewa ahli pengacara internasional. Hal inilah yang akan dimanfaatkan Malaysia.

“Kedua, Indonesia mungkin tidak memiliki dana yang memadai untuk menyewa para pengacara internasional yang mahal. Tanpa pengacara yang mahal Malaysia berharap argumentasi yang dilakukan oleh Indonesia lemah atau banyak kelemahan,” sambung Hikmahanto.

Dia menambahkan Malaysia juga melihat kelemahan Indonesia dalam hal koordinasi antarlembaga pemerintah, sehingga Negeri Jiran itu akan banyak mengambil manfaat.

“Ketiga, lemahnya koordinasi antar instansi. Pemerintah Malaysia akan mengambil banyak manfaat atas kelemahan ini,” jelasnya.

Terakhir, lanjutnya, Indonesia terkesan tidak mengurusi pulau-pulau terluar. Padahal pulau-pulau itu memiliki arti strategis untuk dijadikan titik terluar dalam penentuan batas laut.

“Kondisi ini akan dimanfaatkan oleh Malaysia untuk mengarugmentasikan bahwa Indonesia telah melepas klaimnya atas pulau-pulau tersebut. Akibatnya sejumlah pulau terluar tidak dapat dijadikan titik terluar dalam penentuan batas,” imbuhnya.

Selain itu, melihat kebijakan luar negeri Indonesia yang terkesan thousand friends-zero enemy maka boleh jadi pemerintah akan menyetujui usulan Malaysia. Padahal pemerintah seharusnya menolak mentah-mentah usulan tersebut. Prinsip yang harus dipegang erat dalam menangani sengketa perbatasan, menurut Hikmahanto, adalah lebih baik sabar dari pada kehilangan klaim kedaulatan dan hak berdaulat.

“Oleh karenanya Publik perlu mengawal agar Pemerintah tidak menyetujui usulan Malaysia membawa sengketa perbatasan ke Mahkamah Internasional,” tandasnya.

(ton)

  • Anto » 0 Tanggapan
    Mari instrospeksi diri, kita krg dlm byk hal, krn kultur kita krg mendukung utk jd negara kuat, mudah kagum dg (produk) negara lain, shg smuanya ditiru tak peduli baik atau buruk yg penting GAYA, KEREN dan TERKENAL.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • andi » 0 Tanggapan
    yg pasti orang Indonesia bodoh tp tdk mau belajar utk lebih baik, kalau dikatakan bodoh marah2....lha memang bodoh ya belajar jgn marah2 sok berani ,sok pinter,sok punya harga diri....harga diri bukan kita yg mengucapkan tp org lain yang melihat...makanya bersatu itu sangat penting, jgn kita melemahkan Presiden kita apapun keburukannya krn bagaimanapun bila Presiden tdk dihargai oleh rakyatnya maka bangsa ini juga tdk akan dihargai oleh bangsa lain krn sdh ketahuan kelemahannya.....Bersatulah...Tuhan Yesus memberkati Indonesia
    Beri Tanggapan Laporkan
  • CKCKCK.... » 0 Tanggapan
    AH YANG BENERRRR.... MASA FASILITAS PEJABATNYA BEGITU MEWAH OH YA DPR MO BANGUN GEDUNG MEWAH, KOK BUAT KEPENTINGAN NEGARA GAK SANGGUP BUAT SEWA PENGACARA INTERNASIONAL.... WKKKK..... EMANG MALU2IN.... GAYA MEWAH DOANK PEJABAT DAN DPRNYA PADAHAL NEGARA MISKIN.....!!! GAK TAHU MALU.....!!! DIKETAWAIN AMA MALAYSIA BANGET...TT... HIHIHI...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yan hardiansyah » 0 Tanggapan
    hmm.. panas hati ini klo melihat tingkah dr malaysia ke Indonesia.. sya teringat, dlu malaysia itu sangat hormat kpd Indonesia krena Orang Indonesia mempunyai Intelektual dan kreatifitas tinggi diatas kemampuan orng malaysia,, tp sekarang d Indonesia, Intelektual dan kreatifitas tinggi dari generasi penerus melemah yang mungkin disebabkan oleh beberapa faktornya itu dari Education dan Moral.. see, our young generation today, how are they like? mereka kebanyakan hanya mengikuti mode saja,, tanpa diimbangi oleh kemampuan intelektual..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wayan » 0 Tanggapan
    ga usah pikir panjang,perang kayaknya ga bisa dihindari lg.mau berapa x lg diremehin sama malaysia.sabar ada batasnya
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.