tragedi sukhoi

Sampai Kapan Merapi Meletus?

Dadan Muhammad Ramdan - Okezone
Senin, 8 November 2010 08:11 wib
Kawasan Rawan Bencana Merapi (Ist)
Kawasan Rawan Bencana Merapi (Ist)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menetapkan kawasan aman bencana Gunung Merapi pada radius 20 Km. Sebelumnya, berada pada radius 15 Km dari Puncak Merapi.

Perluasan zona aman ini menyusul letusan hebat pada Jumat lalu yang telah menewaskan 88
orang di radius aman 12-15 Km dari puncak Merapi. Sampai saat ini Merapi masih bergejolak dengan memuntahkan guguran lava pijar, abu dan awan panas, serta kerikil. Menjadi pertanyaannya adalah sampai kapan Merapi meletus?

Sejauh ini belum bisa diketahui seberapa banyak supply magma baru. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, energi letusan Merapi salah satunya dipasok dari kantung magma di daerah Imogiri, Bantul, Yogyakarta. 

Berdasarkan data seismograf di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, aktivitas Merapi masih tinggi. Tremor, awan panas, dan guguran lava pijar terjadi terus-menerus. Sejak meletus Rabu pekan lalu, gunung bertipe strato tersebut sudah meletus lebih dari 96 kali selama 4 hari tanpa henti.

Menurut Surono, aktivitas Gunung Merapi tanggal 7 November 2010 pukul 06.00 sampai 12.00 WIB stabil tinggi. Selama enam jam terjadi kegempaan vulkanik sebanyak 31 kali,sedangkan tremor,guguran, dan awan panas terjadi secara beruntun tiada henti. “Berdasarkan data-data tersebut, Merapi masih berbahaya. Wilayah yang aman tetap berada di luar 20 Km dari puncak Merapi,” ungkapnya.

Perkembangan jarak luncur wedhus gembel ini sempat membuat panik warga. Bahkan saat ini gelombang pengungsian sudah masuk ke jarak yang lebih jauh antara 60-70 Km dari puncak Merapi. Warga lereng Merapi menyingkir lantaran trauma luncuran wedhus gembel yang telah mencapai radius 12 Km.

Terlebih beredar isu berantai awan panas Merapi bakal mencapai radius 65 Km pada hari ini yang bertepatan dengan 1 Kliwon penanggalan Jawa. Apakah isu ini benar-benar akan terjadi?
Terkait masalah ini, Kepala Badan Geologi ESDM Sukhyar menyatakan pihaknya tidak akan memperluas zona aman yang saat ini dalam radius 20 km. Alasannya, berdasarkan catatan sejarah selama ini.

"Bukti empiris Merapi adalah belum pernah mengeluarkan awan panas lebih dari 15 Km. Pada letusan dahsyat tanggal 4 dan 5 November awan panas maksimal meluncur sejauh 12 Km. Awan panas sejauh 12 Km itu juga merupakan yang terpanjang, bahkan pada letusan Merapi 1872 awan panas juga tidak sepanjang itu,” paparnya.

Apakah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat aman dari wedhus gember? Kalau melihat catatan tersebut, mungkin masih aman karena berjarak 28-30 Km dari puncak Merapi. Data BPPTK juga memperlihatkan adanya penurunan kekuatan aktivitas Merapi dari hari sebelumnya. Kendadi demikian, tidak ada yang bisa memastikan ke depan Merapi akan memulai masa tidurnya atau justru mengalami erupsi yang lebih dahsyat dengan dampak yang lebih besar dan luas.

Sekadar diketahui, pada letusan hebat tahun 1872, Merapi mengeluarkan erupsi tidak terputus selama 120 jam. Bila letusan Merapi kali ini tanpa jeda melebihi 120 jam, berarti letusan kali ini terbesar sejak 138 tahun silam. Letusan Merapi juga tercatat pernah mengubur kerajaan kuno Mataram dan candi-candi di sekitar lereng gunung itu. Tentunya, semua berharap Merapi segera mereda dan tidak memakan banyak korban jiwa lagi.
(ram)

  • St Wid » 0 Tanggapan
    Salut n terimakasih BNPB. Tapi dalam beberapa hal daku rasa BNPB terlalu berlebihan. Sperti kasus Amuk Merapi, BNPB menetapken daerah rawan bencana pake sistim RADIUS TOTAL mulai dari 10 > 15 > 20 km hingga terjadi pengungsian masal lebih dari 200 ribu orang alhasil BNPB n PemDa amburadul. Setahu daku yang orang awam, bukankah daerah rawan bencana merapi cukup sepanjang 20 km dari bibir kawah dan selebar 1 km dari kanan dan kiri tepi DAERAH PRAKIRAAN ALIRAN LAHAR (wedus gembel). Sehingga cukup mengungsikan beberapa ribu orang saja. Untungnya, hampir semua orang bersimpati dengan para pengungsi 'korban penetapan radius 20 km dari BNPB' sehingga mereka tetap bertahan hidup walo tak tersentuh PemDa n BNPB. Daku amat bangga pada mereka para ikhlaswan n ikhlaswati yang tanpa banyak omong memberiken tumpangan tempat n nasi bungkus, amat mengharuken, di sini nampak skali jiwa asli kepribadian orang Indonesia. Dampak buruk penetapan daerah rawan berdasar radius kini mulai dirasaken. Banyak terjadi penjarahan terutama pencurian ternak (apalagi sudah deket hari raya kurban). Pertanyaannya apa ternak yang hilang juga bakal diganti pemerintah? Begitu juga dengan luasnya daerah rawan bencana mrapi yang meliputi 4 kabupaten pasti tak akan mampu dijaga pasukan keamanan dengan baik. Silaken itung butuh berapa tentara n polisi. Maka tak heran banyak penjarahan. Warga akan cepat panik n menyingkir begitu ada kata, "Wedus gembel datang, ayo turun." padahal setelah mreka lari, beberapa orang dengan tenang 'membersihken' lokasi. Hasilnya bukan lagi lumayan tapi luar biasa: mulai dari tikar, lampu darurat, alat dapur hingga tenda yang semuanya masih baru, raib. Begitu pula ada diantara pengungsi yang hilir mudik, setiap masuk tempat penampungan dengan tangan kosong tapi klo keluar bawa barang bahkan dalam kardus besar. Belom lagi PROSES PEMANJAAN pengungsi. Bagi kurban amuk merapi tentu butuh perhatian ekstra tapi bagi korban penetapan daerah rawan mreka itu tak apa2 paling butuh beberapa jam untuk menenangken. Setelah tenang sebaiknya mreka diberi kegiatan positif biar cepet pulih. Tiap daku menerima penyerahan bantuan apapun rasanya dada ini jadi sesak karna terharu bangga, tapi ketika menyalurken ke tempat penampungan dada makin sesak karna bosen melihat orang yang cuma makan tidur, bagaimana tidak cukup dengan nonton teve seharian dah dapat makan 3x. Bahkan di beberapa tempat telah disediaken alat masak n bahannya tapi mreka enak2 tak mo masak, edan tenan! Tolong didik mreka tak menyia2ken bantuan yang diperoleh n jangan mo ber-lama2 bermalas diri. Bila BNPB akan menetapken daerah rawan bencana mohon dikaji lagi dampak n persiapan. Jangan terjadi lagi sperti kali ini, bri printah ngungsi tapi tak sediaken kendaraan. Ketika mreka ke tempat pengungsian bukan hanya tak nyaman tapi juga tak muat, saat mreka nyebar cari selamat ngungsi ke sembarang tempat, dimarahi atau dikeluhi seolah tak mau diatur, padahal siapa yang mampu tangani lebih dari 200 ribu orang dalam waktu yang sama? Belum lagi ternak yang jadi mata pencaharian mereka. Untung banyak orang yang tersentuh nuraninya mo bantu mreka. Namun bagaimana juga daku tetap salut n terimakasih ama BNPB juga mbah Rono dkk. Kita sama2 blajar dari alam! Trimakasih pula pada Relawan/ti, Dermawan/ti, dan Ikhlaswan/ti TANPA ANDA KAMI MERANA! N bagi penjarah berbaju relawan, sadarlah, kami udah jatuh jangan pula kau timpa dengan tangga. Waspadalah, waspadalah!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • fransiskus misa » 0 Tanggapan
    marilah kita saling membantu
    Beri Tanggapan Laporkan
  • cassani » 0 Tanggapan
    Setuju pa saifuddin, ini pringatan bagi RI tp jgn hanya bagi Pejabat/pembesarnya saja...semua harus introsfeksi diri....Allah bukan hanya benci pd pejabat yg korup dan ingkar janji, tp jg benci akan kemaksiatan seluruh umatnya...maaf lho pa...di jl dr Jogya menuju kaliurang banyak wisma 3 jaman..yg rata2 buat tempat zinah, ini jg hrs dipercayai sebagai sebab mengapa Allah menurunkan murkanya pada kita...jd kita semua yg mesti instrospeksi diri, jgn slalu kesalahan ditimpakan pada pemimpin tp sifat kita yg malas, sok tau, sok jagoan dan sok bersih jg harus kita hilangkan...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tri Puji Lestari » 0 Tanggapan
    Berdo`a dan ttp waspada, jgn terpengaruh dg isu2 yg justru menyesatkan kita, kalau Allah sdh berkehendak maka terjadilah. Dan Allah tdk mungkin menguji kita di luar batas kemampuan kita menghadapi ujian itu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Imam Subagyo Y » 0 Tanggapan
    Mari kita berdoa, dan percayakan bahwa Tuhan tidak akan memberikan bencana kepada UmatNya
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.