Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petani Tuban Aliri Sawah dengan Listrik

Muhammad Roqib , Jurnalis-Sabtu, 01 Januari 2011 |16:00 WIB
Petani Tuban Aliri Sawah dengan Listrik
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
A
A
A

TUBAN - Sekira1.000 hektare tanaman padi di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diserang hama tikus sejak sebulan terakhir. Akibatnya, tanaman padi yang berumur 40-50 hari itu rusak dan terancam gagal panen.

Serangan hama tikus secara sporadis itu membuat para petani resah. Mereka terpaksa memagari tanaman padinya dengan aliran listrik untuk membunuh hama pengerat tanaman tersebut.

Serangan hama tikus paling parah terjadi di Desa Plumpang, Cangkring, Kepohagungm dan Sembungrejo, Kecamatan Plumpang. Hama tikus secara berkelompok merusak tanaman padi dan mengambil bulir padi untuk makanan mereka. Selain itu, mereka juga membuat lubang-lubang di sawah sebagai sarangnya.
Menurut Tamsiyo (42), petani di Desa Cangkring, serangan hama tikus sudah meresahkan para petani. Pasalnya, serangan hama tikus itu berlangsung dengan cepat dan menimbulkan kerusakan tanaman padi secara luas. “Dalam waktu sekejap, lahan padi seluas dua hektare bisa rusak parah karena diacak-acak hama tikus tersebut. Biasanya, hama tikus itu menyerang pada malam hari,” ujarnya.
 
Menurutnya, semula untuk mencegah serangan hama tikus itu, petani banyak memasang plastik untuk memagari tanaman padi. Namun, upaya itu gagal lantaran hama tikus menjebol pertahanan tersebut. Karena jengkel, petani akhirnya banyak yang memasang aliran listrik di sekitar lahan sawah. “Aliran listrik itu hanya dihidupkan pada malam hari. Dengan begitu, kalau tikus tersengat aliran listrik itu, bisa dipastikan akan langsung terkapar,” ungkapnya.
 
Meski berbahaya, namun cara membasmi tikus dengan memasang aliran listrik di sekitar sawah itu ternyata cukup efektif. Buktinya, kini serangan hama berbulu dan bergigi tajam itu kini banyak berkurang. Sebagian lahan padi yang belum diserang hama tikus, kini diamankan dengan memasang aliran listrik tersebut.
 
Namun, hasil panen padi yang diserang hama tikus itu dipastikan akan berkurang. Menurut Tamsiyo, jika biasanya satu hektare tanaman padi itu bisa menghasilkan panen gabah sebanyak 10 ton, maka diperkirakan turun hanya sekitar 5 ton.
 
Menurut petani lainnya, Nurhuda (29), asal Desa Plumpang, serangan hama tikus itu membuat tanaman padinya yang siap panen rusak parah dan tinggal sepertiganya saja. “Tanaman padi yang tersisa tinggal di bagian pinggir dekat pematang sawah. Sementara, tanaman padi yang ada di tengah sudah rusak dan tidak bisa dipanen,” tuturnya.
 
Dia bersama ratusan petani lain dikampungnya juga terpaksa memagari sawah dengan aliran listrik. Cara ini, kata dia, untuk mencegah serangan hama makin meluas. Selain itu, pembasmian juga dilakukan dengan menebar racun tikus. “Berbagai upaya kami lakukan untuk membasmi hama tikus itu,” ujarnya.
 
Serangan hama berkaki empat itu memang sudah sangat meresahkan petani. Hama itu dapat berkembang biak dengan cepat di sekitar lahan persawahan. Jika dibiarkan terus, bukan tidak mungkin serangan hama itu akan membuat tanaman padi di wilayah Tuban gagal panen.
 
Akibat serangan hama tikus itu, petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Kerugian itu meliputi biaya tanam, biaya pemupukan, dan biaya perawatan. Petani kini berharap ada bantuan benih dari pemerintah setempat agar mereka bisa memulai tanam kembali.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement