JAKARTA - Menanggapi aksi yang dilakukan Aliansi Batak Seluruh Indonesia di Hotel Indonesia, TB Silalahi selaku tuan rumah Grand Opening Museum Batak TB Silalahi Center yang akan dilaksanakan pada 18 Januari mendatang, angkat suara.
Menurut dia sama sekali tak ada rencana memberi SBY gelar Raja Batak. “SBY tidak diberi gelar Raja Batak, yang memberi gelar kehormatan adalah Mandailing dan itu bukan gelar Raja Batak tapi diberi gelar Patuan Sorimulia Raja, suatu gelar kehormatan. Mereka biasa memberi gelar itu kepada salah satu tokoh yang dihormati,” terang TB Silalahi dalam rilisnya kepada okezone di Jakarta, Minggu (16/1/2011) malam.
“Sedangkan Ibu Ani akan diberikan gelar Naduma Harungguan Hasayangan dari Adat Angkola.”
Lebih jauh dia menjelaskan, gelar bagi SBY dan Ibu Ani merupakan gelar tertinggi adat Batak Angkola. Dalam Bahasa Indonesia merupakan singkatan dari Paduka Tuan. Sepanjang pengetahuan TB Silalahi, Batak Toba juga tidak punya tradisi memberi gelar. “Jadi kalau Anda orang Batak Toba protes itu salah alamat. Keputusan itu dari Lembaga adat Angkola,” ungkapnya.
SBY bersama Ani Yudhoyono dijadwalkan akan menghadiri acara Grand Opening Museum Batak, pada 18 Januari 2011. Museum didirikan sebagai bentuk tanggung jawab TB Silalahi sebagai bagian dari anak bangsa serta dalam rangka melestarikan budaya Batak yang mulai luntur digerus modernisme.
Selain Presiden, beberapa menteri juga dijadwalkan bakal hadir. Di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menbudpar Jero Wacik, Mensekneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Ketua DPD Irman Gusman.
Sejumlah perwakilan negara sahabat juga diundang. Di antaranya Dubes Australia, Inggris, Singapura, dan Jerman. “Juga akan hadir pengusaha nasional dan tokoh-tokoh Batak yang sukses di Jakarta,” tandasnya.
(Muhammad Saifullah )