JAKARTA - Komnas HAM mengaku kesulitan untuk mengungkap penyerangan massa terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, pada 6 Februari lalu.
Ini dikatakan Wakil Ketua komnas HAM Nurcholis dalam acara diskusi "Ahmadiyah Berulah Islam Difitnah" di Wisma Antara, Jakarta, Minggu (20/2/2011).
“Ini kasus yang paling rumit, kami sudah beberapa kali rapat dan belum bisa membeberkan apa-apa. Tim ini perlu masukan yang banyak lewat saksi, bukti, tulisan-tulisan, yang bisa dijadikan patokan hukum,” kata Nurcholis.
Padahal, lanjut Nurcholis, tim pencari fakta sudah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga terkait dalam kekerasan tersebut.
“Kami bekerja melakukan pemeriksaan orang per orang, tidak per grup. Setiap orang itu diperiksa 5-6 jam dan kami harus kroscek ke tempat kejadian, itu yang membuat rumit. Intinya tim kami sudah bekerja dengan baik, dan kami belum bisa memberikan kesimpulan sampai saat ini,” paparnya.
Dalam kasus ini, tambahnya, Komnas HAM fokus pada aksi kekerasan. “Meliputi aspek peristiwanya yang terjadi, keterlibatan negara, apa memberikan bantuan, pertolongan, atau membiarkan,” lanjutnya.
Selain itu, untuk kasus ini akan dilanjutkan pada mekanisme internasional. “Kita ada nilai barat dan nilai timur. Kita masih melakukan dialog yang kosntruktif, dan kita akan bawa mekanisme internasional. Sedang untuk penyelidikan itu bukan ranah kami,” tambahnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.