JAKARTA - Aksi demonstrasi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan keterlibatan anggota DPR Jhoni Allen Marbun kembali bermunculan belakangan ini.
Namun, Jhoni yang juga Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu menolak mengomentari aksi demonstrasi yang sering digelar di depan kantor KPK, Jakarta.
"Kaulah yang menterjemahkan (demonstrasi) itu. Itu kan kasus lama, dan KPK sudah mengklarifikasi," kata Jhoni Allen saat ditanya okezone seusai rapat pleno fraksi Demokrat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/2/2011).
Jhoni juga menolak ketika ditanya mengenai perjalanan kasusnya di KPK. Dia enggan mengambil kesimpulan atas perkara dugaan suap proyek di Kementerian Perhubungan yang masih dalam tahap penyelidikan.
"Saya tidak punya kewenangan bilang kasus itu clear. Itu urusan KPK," tandasnya.
Namun, dia tidak menampik bila aksi demonstrasi yang belakangan muncul merupakan pesanan pihak tertentu. "Tanya saja sama mereka. Saya nggak bisa melarang mereka demo, itu kan hak mereka. Kaupun bisa bayar (pengerahan massa untuk) demo kan?" tutupnya
Diberitakan sebelumnya, KPK menyelidiki kasus dugaan suap bagian kedua setelah mantan asisten Jhoni, Risco Pesiwarissa melapor ke KPK. Risco mengaku dirinya menjadi perantara pemberian uang Rp1 miliar dari Hontjo melalui Abdul Hadi Djamal.
"Saya terima duit dan diserahkan ke Pak Jhonny tanggal 27 Februari," kata Risco di Gedung KPK, 18 Mei 2010.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.