tragedi sukhoi

BPOM Razia Jajanan di Sekolah & Pasar Tradisional

Danang Prabowo - Okezone
Kamis, 24 Februari 2011 12:04 wib
Ilustrasi makanan kedaluarsa (Foto: Ist)
Ilustrasi makanan kedaluarsa (Foto: Ist)

YOGYAKARTA- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Yogyakarta merazia makanan di sejumlah sekolah-sekolah dasar dan pasar-pasar tradisional yang ada di Yogyakarta.

Razia ini dilakukan untuk melihat apakah dagangan yang dijual mengandung borak maupun bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh atau tidak.

“Sanksi dari kami berupa pembinaan terhadap pedagang. Kami berikan surat pernyataan, jika dikemudian hari dia (pedangan,red) kedapatan lagi menjual jajanan yang tidak sehat, surat pernyataan itu kami berikan kepada pemda setempat,” kata Kasi Layanan Infrastruktur dan Konsultan BPOM DIY, Dwi Fitri Hatmoko di Yogyakarta, Kamis (24/2/2011).

Hatmoko mengatakan, yang berhak untuk menindak tegas para pedagang yang ‘nakal’ yakni petugas pemda setempat maupun jajaran kepolisian. Razia sendiri sudah dilaksanakan sejak Senin 21 Februari lalu hingga Senin 28 Februari mendatang. Razia ini dilakukan di empat kabupaten dan satu kota di Yogyakarta.

“Saat ini kami akan bergerak menuju kab Bantul. Di sana ada dua sekolah dasar dan pasar Bantul yang akan kami razia hari ini. Besok kami akan bergerak di kab Sleman, kemudian Senin depan, kami akan merazia di kab Kulonprogo,” tuturnya.

Selama melakukan razia, diakui Hatmoko, banyak kendala teknis di lapangan. Misal, pedagang makanan justru sudah pergi dari lokasi yang sudah dituju (akan dirazia,red).

“Ada satu tim yang bertugas untuk sampeling (menguji kadar makanan,red). Ada yang bertugas memberikan konseling. Dan, ada yang mencatat (dokumentasi,red),” tambah Hatmoko.

Hatmoko mengimbau kepada pihak sekolah maupun penggelola pasar agar memantau jajajan yang diperjual belikan, khusunya jajanan yang dibuat oleh UMKM. Salah satu tujuan razia ini adalah memberikan rasa aman bagi pembeli yang mengonsumsi jajanan.
(kem)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.