JAKARTA- Pengunduran diri secara lisan yang disampaikan Arifinto tidak ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat resmi berhenti sebagai anggota DPR. Bila Arifinto batal mundur, maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal terkena imbas negatifnya.
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Menurutnya, konsistensi Arifinto sebagai kader PKS jadi pertaruhan pencitraan PKS.
"Orang itu dinilai dari konsistensinya dalam memutuskan sehingga berisiko, yang bersangkutan punya resiko sendiri dan akan berimbas ke partainya," kata Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/4/2011).
Priyo sendiri mengaku terkejut dengan kabar batalnya Arifinto undur diri dari parlemen Senayan. Pasalnya, pengumuman undur diri secara lisan pada Senin, 11 April lalu dianggap sebagai pilihan tepat yang mendapat apresiasi publik.
Bahkan, elite PKS sebelumnya memberi acungan jempol dan berharap pengunduran Arifinto ditiru pejabat publik lainnya yang juga tersangkut masalah. "Karena kemarin saya merasa simpatik karena meminimalkan potensi minor yang berkepanjangan," imbuh Priyo.
Arifinto saat ini masih menjalani tugasnya sebagai anggota dewan. Anggota Komisi Perhubungan DPR ini turun ke daerah pemilihannya di Jawa Barat I untuk mengisi masa reses. Tak hanya itu, Arifinto juga mengikuti kegiatan internal partai yakni rapat Majelis Syuro PKS, Jumat, 15 April pekan lalu.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.