TANGERANG - Ribuan buruh, tani dan nelayan yang tergabung dalam Front Oposisi Rakyat Indonesia (Fori) terlibat bentrok dengan polisi gabungan dari Polres Bandara dan Polres Metro Tangerang.
Dalam bentrok itu, beberapa aktivis buruh yang terdiri dari wanita dan orang dewasa terkena pukulan kayu dan tameng petugas.
Sementara di belakang blokade garis depan polisi gabungan, petugas Brimob Kelapa Dua sudah menyiapkan satu unit mobil water canon dan senjata gas air mata.
Bentrok pertama antara buruh dengan polisi gabungan ini, terjadi saat ribuan buruh mendesak maju memaksa ke daerah bandara. Petugas yang emosional membalas aksi itu dengan pentungan kayu rotan dan dorongan tameng.
Kendati begitu, massa aksi tetap diam dan bentrokan tidak meluas. Berdasarkan pengamatan di lapangan, situasi masih mamanas dan gesekan kecil antara petugas gabungan dengan massa aksi pun masih terlihat.
(Insaf Albert Tarigan)