tragedi sukhoi

2 Orang Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan

Rabu, 4 Mei 2011 01:06 wib
Ilustrasi (foto:Ist)
Ilustrasi (foto:Ist)

DOGIAY - Dua warga Dogiay Papua tewas akibat mengkonsumsi minuman oplosan. sementara empat orang lainnya kritis. Kini korban kritis sedang mendapat perawatan intensif di puskesmas Dogiay.

Para korban diketahui menenggak minuman bersoda  yang dicampur dengan obat pembersih luka yang mengandung alkohol 

Markus (33) pegawai honorarium Rumah Sakit Umum Dogiay Selasa (3/5/2011) pagi sekira pukul 05.00 WIT langsung meninggal di rumah sakit umum Seriwini Nabire. Markus sempat dirawat di rumah sakit selama kurang lebih tiga jam namun nyawa Markus  tak tertolong. Sementara jenazah  korban lainnya Alfred (25)yang meninggal satu jam sesudah mengkomsumsi miras tersebut langsung dikirim ke tempat kelahirannya di Wamena untuk di makamkan


Sedangkan, empat rekan korban masing-masing Hengki, Eko, Aris, dan Leri  kini dalam kondisi kritis tiga korban dirawat di puskesmas Dogiay Papua.
 
Menurut Kapolres Nabire Akbp Mohammad Rais  keenam mengkomsumsi alkohol  obat pembersih luka yang di campur dengan minuman bersoda sehigga menyebabkan dua orang tewas dan empat lainnya kritis.

Rais menambahkan pihaknya juga telah melarang warga untuk mengkomsumsi minuman sejenis tersebut karena berbahaya terhadap kesehatan. Kasus tersebut kini telah ditangani pihak Kepolisian Nabire.

(Manuala Manurung/SUN TV/ugo)

  • Moses Tabuni » 0 Tanggapan
    Orang-orang Dogiyai seperti inilah yang membuat malu orang asli Papua. Setiap hari kerjaannya minum Sagiru. Kalau tidak ada Sagiru, minum alkohol kompres atau hirup lem Aica Aibon. Kalau sudah mabok, teriak-teriak "Merdeka", dan hal ini sepertinya didiamkan oleh pihak-pihak gereja setempat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Moses Tabuni » 0 Tanggapan
    Orang-orang Dogiyai seperti inilah yang membuat malu orang asli Papua. Setiap hari kerjaannya minum Sagiru. Kalau tidak ada Sagiru, minum alkohol kompres atau hirup lem Aica Aibon. Kalau sudah mabok, teriak-teriak "Merdeka", dan hal ini sepertinya didiamkan oleh pihak-pihak gereja setempat.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.