BANGKALAN - Situasi arus lalu lintas di Jembatan Suramadu, baik yang menuju kota Surabaya atau sebaliknya, melonjak dua kali lipat dibanding hari-hari biasanya. Kondisi tersebut, disebabkan adanya libur panjang beberapa instansi pemerintah, sekolah dan swasta.
Informasi yang diterima dari PT Jasa Marga, selaku operator pintu tol jembatan Suramadu, terhitung sejak Minggu 15 Mei kemarin, lonjakan penumpang sudah mulai terasa. Terkini, volume kendaraan roda dua sudah mencapai angka 15 ribu unit lebih.
Demikian juga dengan kendaraan roda empat, telah mencapai 6 ribu unit lebih. “Dibanding dengan situasi normal, kenaikan pengguna (Suramadu) mencapai dua kali lipat,” ujar kepala gerbang tol jembatan Suramadu, Suharyono, Senin (16/5/2011).
Suharyono menjelaskan, lonjakan pengguna jasa jembatan sepanjang 5,4 Km tersebut masih akan terus berlangsung. Itu terlihat dari volume kendaraan yang melintas petang ini, terutama bus pariwisata dan mobil pribadi, nampak beriringan dan banyak melintas.
Melonjaknya arus pengguna jasa jembatan Suramadu, juga didukung oleh cuaca sekitar, yang hanya diselimuti mendung, tanpa angin dan turun hujan. Situasi tersebut, menurut Suharyono, menyebabkan pengguna jasa nyaman dan aman saat melintas di sepanjang jembatan. “Sejauh ini, situasi aman terkendali. Semua lancar, termasuk juga cuaca sekitar Jembatan Suramadu,” ungkap Suharyono.
Dia menambahkan, adanya lonjakan jelang libur panjang tersebut, secara otomatis juga akan menghadapi arus balik usai liburan. Dia mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut, termasuk dengan penambahan gerbang tol, bila ada dan diwarnai lonjakan pengguna jasa. “Untuk arus balik, kami prediksi besok. Semua sudah kami antisipasi, termasuk adanya lonjakan pengguna jasa jembatan Suramadu,” terangnya
Sementara itu, melonjaknya pengguna jasa jembatan Suramadu, khususnya dengan tujuan Kabupaten Bangkalan, Madura, membuat para Pedagang Kaki Lima (PKL) panen. Bahkan, untuk tempat parkir kendaraan, terpaksa menggunakan bahu jalan, hingga menyebabkan kepadatan di sekitar akses tol.
Sebagian besar yang mampir adalah bus pariwisata dan kendaraan pribadi. Rata-rata, mereka sekedar mencicipi kuliner khas Kabupaten Bangkalan, serta memborong souvenir asli Pulau Madura buat buah tangan.
“Mumpung ke sini (Madura), sekalian belanja rengginang dan batik. Harganya cukup murah, kualitasnya bagus,” ujar Basuki, asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
(Subairi/Koran SI/ful)