Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nazaruddin Beli Rumah dari Anggota Dewan Pembina PD

Radi Saputro , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2011 |01:47 WIB
Nazaruddin Beli Rumah dari Anggota Dewan Pembina PD
Nazaruddin (Foto: Susi Fatimah/Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Tidak banyak orang yang mengenal nama Muhammad Nazaruddin sebelumnya.Kini nama itu hampir setiap hari menjadi headline media massa. Kendati jarang sekali muncul di publik, eks Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) itu diduga memiliki pengaruh yang sangat besar bagi partai.

Nazaruddin yang baru saja dicopot dari jabatannya sebagai Bendahara Umum PD memiliki andil besar dalam menopang keuangan partai. Hal ini diakui Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) Amir Syamsuddin dalam sebuah acara di salah satu televise swasta. Amir mengatakan dalam setahun terakhir, Nazaruddin sudah menyumbang dana bagi partai sebesar Rp13 miliar.

Jumlah uang sangat fantastis bagi seorang Nazaruddin yang diketahui publik bekerja sebagai Anggota DPR saat ini. Rabu (2552011), Seputar Indonesia mendatangi kediaman Nazaruddin di Jalan Pejaten Barat Raya No.7, RT.014RW.003, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Di dalam rumah tampak tiga mobil mewah Toyota Land Cruiser hitam bernomor polisi BM 1 MN, Honda CRV putih bernomor polisi B 1571 SCJ, dan Toyota Vellfire putih bernomor polisi B 1226 SKA.

Rumah itu juga yang disebut Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai tempat pengembalian uang suap yang diterima Sekjen MK Janedjri M Gaffar dari seorang pemuda kelahiran Kota Bangun, 26 Agustus 1978 bernama Nazaruddin.

Bangunan dua lantai dengan arsitektur gaya Eropa ini memiliki empat pilar besar di beranda rumah. Rumah Nazaruddin tampak sepi sejak pagi, kemarin. Saat Seputar Indonesia menghampiri pagar depan rumah bercat putih dan abu-abu ini, dari balik ruangan kecil yang dilapisi kaca tebal tampak seroang pria sedang duduk-duduk sambil menonton televisi.

"Mau cari siapa Mas?” tanya pria itu. Ternyata pria berpakaian safari biru tersebut adalah seorang petugas keamanan rumah. Pria berambut cepak itu tidak beranjak dari ruangan tersebut.

Saat ditanya apakah pemilik rumah mewah itu sedang berada di tempat, dengan mimik muka serius dan panik pria tersebut menyebutkan bahwa rumah itu bukan milik Nazaruddin.

"Ini rumah Pak Candra. Mas salah alamat. Rumah ini memang No.7. Tapi nggak ada yang namanya Pak Nazar,” ujar pria yang enggan menyebutkan namanya itu dari balik ruangan berlapis kaca tebal tersebut.

Namun saat berbincang dengan warga sekitar, tidak banyak yang tahu siapa pemilik rumah itu sebenarnya. Ato, salah seorang pemilik warung yang berada tepat di depan rumah itu mengaku, pemilik rumah tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar.

Bahkan penjaga rumah dan pembantunya pun tidak pernah keluar rumah.
Ato mengatakan, sebelum berganti kepemilikan, rumah tersebut diketahui milik seseorang bernama Haris Taher. Konon rumah tersebut dijual kepada pemilik yang saat ini menempati seharga Rp3 miliar.

"Pak Haris masih sering bersosialisasi dengan warga sekitar. Kalau pemilik rumah yang sekarang jarang kelihatan. Hanya mobil putih (Toyota Vellfire putih bernomor polisi B 1226 SKA) itu saja yang seriang terlihat keluar-masuk rumah. Pemilik rumah yang sekarang membeli rumah dari Pak Haris,” tuturnya.

Nama Haris Taher sendiri tidak asing di telinga. Haris sendiri disebut-sebut sebagai salah seorang pengusaha yang dekat dengan Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan Nama Haris Taher saat ini tercantum dalam susunan Dewan Pembina PD periode 2010-2015 sebagai Anggota Dewan Pembina PD.

Kendati tidak mengetahui pemilik rumah yang baru satu tahun menempati rumah tersebut, Ato mengaku sering melihat Satgas PD mendatangi rumah itu saat si empunya rumah baru beberapa bulan menempati rumah.

"Saya sudah berjualan rokok di depan rumah ini sejak tahun 2000. Rumah ini selalu bergonta-ganti pemilik. Pemilik-pemilik sebelumnya selalu dicari-cari orang. Banyak orang yang datang ke rumah ini marah-marah mencari pemilik rumah. Tapi pemilik rumah yang sekarang saya tidak kenal siapa namanya. Dia baru mendiami rumah ini satu tahun,” lanjut Ato.

Menjadi sorotan media massa karena namanya tersangkut beberapa kasus rupanya membuat Nazaruddin sangat tertutup. Nazaruddin berusaha agar media tidak sampai mendatangi rumahnya.

Trisno, salah seorang pedagang makanan yang hampir setiap hari melintas di depan rumah Nazaruddin mengaku pernah diberikan sejumlah uang untuk membeli rokok oleh salah seorang penjaga rumah Nazaruddin. Uang rokok itu konon diberikan hampir ke semua warga sekitar rumah Nazaruddin. Hal ini dimaksudkan agar warga sekitar tidak memberitahu kepada siapapun jika ada yang seseorang menanyakan rumah Nazaruddin.

"Hampir semua tukang dagang, tukang warung, dan warga di sekitar sini disuruh tutup mulut. Si Bos (Nazaruddin) lewat suruhannya bilang jangan diberi tahu kalau ada orang yang menanyakan rumah si Bos. Biar nggak bilang-bilang, Si Bos kasih uang ke warga sini," bebernya.

Salah seorang warga, Hilman, yang rumahnya tidak jauh dari rumah Nazaruddin, membenarkan bahwa rumah mewah berpelataran luas itu milik Nazaruddin. Dia mengatakan, Nazaruddin menempati rumah itu, kurang lebih satu tahun yang lalu.
Kendati mengetahui rumah tersebut milik Nazaruddin, dirinya mengaku tidak kenal secara langsung dengan Anggota Komisi VII DPR yang pada Pemilu 2009 lalu mendapatkan 76.256 suara dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur IV.

Hilman menyebutkan, dirinya hanya sesekali melihat istri Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni dan kedua anaknya. Namun, dirinyapun tidak mengenal langsung istri Nazaruddin tersebut. "Yang saya tahu rumah itu memang punya Pak Nazaruddin,” singkatnya.

Nazaruddin saat ini banyak menutup diri dari kejaran media. Sejak namanya disebut-sebut oleh Ketua MK Mahfud MD memberikan uang kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar, dirinya sulit ditemui. Kemarin, kedua nomor telepon genggam miliknya pun tidak aktif.

Tidak banyak orang yang tahu dimana keberadaan Nazaruddin saat ini.
Namun yang pasti CCTV yang terletak di bagian rumahnya dan terpasang mengarah ke Jalan Pejaten Barat Raya bisa memberikan informasi kepada Nazaruddin, siapa saja yang mencoba mendatangi rumahnya tersebut. Mungkin hanya sanak saudara dan orang-orang terdekatnya saja yang tahu keberadaan Nazaruddin.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement