tragedi sukhoi

2 Gerbong KA Anjlok di Purwakarta Belum Dievakuasi

Jum'at, 27 Mei 2011 16:33 wib
Ilustrasi (wordpress)
Ilustrasi (wordpress)

PURWAKARTA- Dua gerbong Kereta Api (KA) barang yang anjlok di KM 108+3/4 Kampung Ciganea, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pagi tadi hingga sore ini belum berhasil dievakuasi.
 
Labilnya tanah menyulitkan petugas yang sejak pagi hari berusaha melakukan normalisasi jalur yang terputus.

Pihak PT KAI melalui Humas Daop 2 Bandung Bambang S Prayitno memperkirakan proses normalisasi bisa tuntas sore ini. Namun pada kenyataannya petugas di lapangan menemukan kendala, salah satunya kondisi tanah yang tidak stabil. Sehingga sulit menggunakan craine yang sengaja didatangkan dari Bandung.

Sebelumnya KA Barang bernomor 2204 dari Tanjung Priok, Jakarta, menuju Gedebage, Bandung, anjlok di KM 108-3/4. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun jadwal KA Jakarta-Bandung terganggu.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.51 WIB, saat KA kontainer akan memasuki Stasiun Ciganea. Rangkaian ke-6 dan 7 dari 10 gerbong KA itu anjlok dengan posisi sedikit melintang di antara jalur 1 dan 2.

Pihak PT KA pun langsung menerjunkan petugasnya untuk mengevakuasi KA. Selain memperbaiki rel yang rusak, mereka terpaksa mendatangkan alat berat untuk mengangkat gerbong.

Saksi mata warga setempat, Sambas (56), mengaku awalnya dia sempat merasakan getaran hebat disertai bunyi gemuruh. Dia sempat menyangka terjadi gempa.

Saat keluar rumah, terlihat sebuah KA barang yang datang dari arah Purwakarta menuju Stasiun Ciganea dengan kondisi tak lazim.

“Roda pada rangkaian keenam dan tujuh tidak menapak pada rel. Artinya sudah anjlok beberapa meter sebelumnya. Sesaat sebelum masuk stasiun yang kebetulan tidak begitu jauh dari rumah saya, kereta berhenti dengan sebagian rangkaian melintang,” ungkap Sambas sembari menyaksikan proses evakuasi.

(Asep Supiandi/Koran SI/ton)