Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ikan di Sungai Brantas & Kali Surabaya Disensus

Amir Tejo , Jurnalis-Selasa, 05 Juli 2011 |22:04 WIB
Ikan di Sungai Brantas & Kali Surabaya Disensus
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Jangan salah, tidak hanya manusia saja yang disensus, ikan pun ternyata juga akan disensus. Bedanya jika penduduk disensus oleh Badan Pengelolaan Statistik (BPS), sementara ikan disensus relawan Ecological Observation and Wetlands Conservation, (ECOTON) Surabaya, Jawa Timur.

ECOTON Surabaya merupakan lembaga swadaya masyarakat yang memang dikenal menaruh perhatian yang sangat mendalam terhadap Kali Surabaya dan Kali Brantas.

Tidak semua ikan akan disensus oleh ECOTON. Namun hanya jenis ikan keting (Mystus Nigriceps) saja yang akan disensus oleh ECOTON. "Dengan sensus ikan ini ECOTON ingin melihat sekaligus memastikan terjadinya perubahan lingkungan, titik kerusakan yang terjadi dan dampaknya terhadap komunitas ikan," kata Prigi Arisandi, Direktur Ecoton, yang pernah meraih sebagai The Goldman Environmental Prize dari Amerika Serikat ini.

Sengaja dipilih ikan keting, karena ikan sudah ini sebenarnya sangat mudah beradaptasi dengan sungai yang tercemar. Dengan tiadanya ikan keting ini, maka bisa disimpulkan jika tingkat pencemarannya sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Rencananya sensus ini akan dilakukan di Kali Surabaya dan Kali Brantas dengan melibatkan 20 relawan ECOTON dengan menggunakan 10 perahu. Titik sensus untuk Kali Suraabya akan dilakukan di Canggu, Mojokerto dan akan berakhir di Karangpilang, Surabaya. Sedangkan untuk Kali Brantas titik startnya akan dimulai dari Jembatan Mrican Kota Kediri.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement