JAKARTA - DPP Partai Golkar tidak mau ambil pusing dengan sejumlah kadernya yang menyeberang ke Partai Nasdem. Partai Nasdem berencana akan mendeklarasikan dirinya pada 26 Juli 2011 mendatang.
Golkar mengaku soliditas partai tidak terpengaruh dengan kadernya yang pindah haluan tersebut.
"Kita sudah membuat edaran kepada jajaran pengurus dan kader Golkar untuk mengambil sikap, tapi yang jelas jika mereka memilih Nasdem secara otomatis keluar dari Golkar," ujar Sekjen Golkar Idrus Marham kepada okezone, Senin (25/7/2011).
Idrus menegaskan, bagi kader Golkar yang aktif dalam kegiatan Nasdem agar segera mengambil sikap pilihannya dalam berpolitik. "Terkait organisasi ya harus memilih salah satu," imbuhnya.
DPP Partai Golkar memberi kesempatan hingga 11 Agustus 2011 mendatang bagi kader untuk menentukan pilihannya. Golkar juga berkomitmen untuk memenangkan pemilu 2014 dengan cara bersih.
"Kita berkeyakinan pada kerja kita. Cuma satu kita berpartai untuk bangsa kita memenangkan kualitas diatas kompetitor kita agar supaya seperti arahan Pak Ketum (Aburizal Bakrie) untuk menghindari intrik politik dan fitnah," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, petinggi Partai Golkar mewaspadai keberadaan organisasi Nasional Demokrat (Nasdem) yang berpotensi sebagai rival politik pada Pemilu 2014.
Tak hanya itu, petinggi Partai Golkar mengancam sanksi berat bagi para kadernya yang menjadi pengurus organisasi yang dimotori Surya Paloh tersebut. Menanggapi wacana Nasdem yang akan berubah menjadi partai politik, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, kalau benar seharusnya Surya Paloh benar-benar mundur dari Golkar dan agar para kader Golkar menarik diri, untuk fokus dan konsolidasi membesarkan Golkar.
Partai Nasdem yang didirikan pasca-Munas VIII Partai Golkar–sering kali dikaitkan sebagai bentuk kekecewaan kubu Surya Paloh.
Beberapa tokoh Partai Golkar yang bergabung dengan Nasdem antara lain, Syamsul Muarif, Ferry Mursyidan Baldan, Siswono Yudho Husodo, dan masih banyak lagi. Faktanya, banyak kader Golkar di daerah yang juga telah direkrut dalam kepengurusan Nasdem. Keberadaan Nasdem, walaupun statusnya adalah sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas), wajar membuat elite Partai Golkar resah secara politik. (put)
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.