JAKARTA- Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) meraih penghargaan Soegeng Sarjadi Award untuk kategori public responsiveness and accountability. Padahal, belum lama ini BNP2TKI mendapat sorotan terkait dengan dipancungnya Ruyati di Arab Saudi.
Penghargaan yang diberikan setelah HUT Kemerdekaan RI itu diterima oleh Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, Kamis (18/8/2011) malam, di Four Season Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan.
Penghargaan tersebut sekaligus memperingati dua tahun Soegeng Sarjadi School of Government dan 66 Tahun Hari Konstitusi. Selain BNP2TKI, sejumlah tokoh dan lembaga juga menerima penghargaan yang sama dengan kategori berbeda. Namun, peserta sempat bersorak ketika Jumhur maju ke atas mimbar menerima penghargaan.
Anggota Soegeng Sarjadi School of Government, Fadjroel Rachman mengatakan, pihaknya selama satu bulan mensurvey publik. Hasilnya, terdapat 250 lembaga dan individu yang masuk nominator Soegeng Sarjadi Award. Setelah ditabulasi terdapat beberapa lembaga dan individu yang dinilai layak mendapatkan penghargaan.
Untuk menyaring para nominator, kata Fadroel, ditetapkan sepuluh kriteria, antara lain: partisipasi, kepastian hukum dan Hak Asasi Manusian (HAM), transparansi, tanggung jawab, berorientasi pada kesepakatan. Kemudian, mempertimbangkan keadilan, efektivitas dan efisiensi, akuntabilitas, visi strategik, kepemerintahan yang baik dan peduli lingkungan hidup. Dengan demikian, BNP2TKI dinilai memenuhi sepuluh kriteria tersebut.
Selain BNP2TKI, beberapa individu dan lembaga yang mendapat penghargaan Soegeng Sarjadi Award on Good Governance, diantaranya: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD untuk kategori State. Kategori civil society diperoleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dan penggiat film Mira Lesmana. Untuk kategori pasar (market) diberikan kepada PT Pertamina dan Maryati Sudibyo dari Mustika Ratu.
Berikutnya, penghargaan Soegeng Sarjadi Life Time Achievement Award terbagi tiga kategori: on intelectual integrity (Syafi'I Ma'arif), on social movement inspirator (Munir), dan on mass media and democratization (Surya Paloh). Adapun kategori public rights struggle diterima oleh Prita Mulyasari dan kategori public rights initiative diberikan kepada Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.
(Taufik Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.