BANDUNG - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, memasuki pekan terakhir puasa, cadangan darah PMI terus menurun. Menurunnya stok darah terutama terjadi di kota-kota besar.
“Cadangan darah menurun akhir puasa. Orang puasa cenderung pilih tidak donor. Jakarta yang kurang,” kata mantan Wakil Presiden RI, di Bandung, baru-baru ini.
Untuk itu, dia mengimbau kepada umat Islam supaya tetap melakukan donor di malam hari setelah buka puasa. “Kami juga mengimbau kepada nonmuslim supaya banyak donor di bulan puasa ini,” sarannya.
Menurunnya stok darah dirasakan di Kota Bandung. “Sejak dua minggu lalu sel darah merah golongan darah A dan AB di sini kosong,” kata Humas PMI Cabang Kota Bandung, Kristin Munandar, di Kantor PMI Bandung, Rabu (24/8/2011).
Kristin menjelaskan, sel darah merah AB dan A adalah golongan yang paling sering dipakai. Sel darah digunakan bagi orang sakit yang mengalami penurunan sel darah merah. Tiap hari PMI Kota Bandung memerlukan sel darah merah AB dan A masing-masing 400 hingga 500 labu.
Sementara dokter PMI Kota Bandung Uke Muktimanah mengungkapkan, total persediaan darah untuk jenis trombosit berbagai golongan saat ini sebanyak 1.713 labu. Jumlah ini jauh dari ideal. “Idealnya cadangan darah kita berdasarkan kebutuhan tahun lalu 6.000 labu,” sebut Uke.
Untuk mengatasi kekurangan darah selama Ramadan dan Lebaran, dia mengimbau kepada pihak yang membutuhkan darah agar membawa pendonor sendiri. Sehingga darah yang dikeluarkan PMI langsung mendapat penggantinya. Hal ini disarankan karena jelang lebaran merupakan situasi rawan.
"Kerawanan setelah puasa adalah timbulnya penyakir deskritis kronis atau pendarahan karena makan tak terkontrol sehingga memicu penyakit darah. Selain itu, mudik juga rawan kecelakaan lalu lintas,” terangnya.
(ful)