getting time...

Bus Sumber Kencono Tetap Diminati

Muhammad Saifullah - Okezone
Rabu, 14 September 2011 04:06 wib
Ilustrasi (bismania.com)
Ilustrasi (bismania.com)

MOJOKERTO - Tabrakan maut antara bus Sumber Kencono dan mobil travel Nusantara Jaya yang merenggut 20 nyawa tak membuat angkutan umum jurusan Surabaya-Yogyakarta itu ditinggalkan penumpang. Terbukti saat okezone menaiki bus Sumber Kencono di Terminal Purabaya pada Selasa sekira pukul 22.30 WIB, hampir separuh kursi bus terisi.
 
Penumpang pun tak tak segan duduk di kursi paling depan. Setelah bus melaju, penumpang di pinggir jalan juga banyak yang naik. Di antaranya di Medaeng, dan Trosobo. Tercatat ada 30-an penumpang yang naik di atas bus bernomor polisi  W 7003 UZ itu.
 
Ya, seolah insiden tabrakan maut pada Senin dini hari di Jalan By Pass KM 51 tak membekas sama sekali dibenak para penumpang.
 
"Yang penting cepat dan nyaman Mas," ujar Rina, penumpang tujuan Magetan kepada okezone di Mojokerto, Selasa (13/92011).        
 
Untuk ukuran bus ekonomi, Sumber Kencono memang terbilang cukup memanjakan para penumpangnya. Bus ini memberikan fasilitas AC dengan tarif biasa. Jarak antar kursi cukup lega. Begitu pula dengan karoseri dan mesin bus yang terbilang berumur muda.
 
Satu unit televisi layar plasma terpampang di atas dashboard bus. Soal kecepatan, bisa dibilang bus Sumber Kencono juaranya. Dari Terminal Purabaya ke Pabrik Tjiwi Kimia di perbatasan Sidoarjo-Mojokerto hanya membutuhkan waktu 30 menit. Padahal, jaraknya sekira 55 km. Tarifnya cuma Rp5.000.                                 
 
Seiring deru suara rem bus, okezone pun turun dari Sumber Kencono. Saat kaki kiri menapak di tanah, sebuah doa pun terucap. Semoga plesetan PO Sumber Kencono menjadi Sumber Bencana tak benar. Sehingga, tak ada lagi nyawa melayang sia-sia di jalan. Toh, beberapa unit bus Sumber Kencono juga telah berubah nama menjadi Sumber Selamat.

(abe)

  • revian » 0 Tanggapan
    kan sudah di tetapkan klo sopir travel yang jd tersangka kenapa juga masih mau nyabut izin Sumber Kencono,belum tentu smua mati gara2 Sumber Kencono,,,yang pasti smua orang pasti akan mati cuma beda cara matinya,,,,lagian selama ni q pke jasa Sumber Kencono baik2 ja,,,meskipun ngebut tp sopir masih punya aturan juga,,,jd g bisa lah menyalahkan gt ja?untuk kata2 plesetan Sumber Kencono jd Sumber Bencana,,tu hanya trik pihak2 yang yang iri ma SUMBER KENCONO?Sukses slalu SK
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rohman » 0 Tanggapan
    sebaiknya di kaji ulang lg. dan benar benar sopir r untk bis SB harus d tes kejiwaanya tks
    Beri Tanggapan Laporkan
  • hari » 0 Tanggapan
    gini lo kalau mau cabut ijin,mbok di pikir dulu,banyak sekali dampaknya,yang jelas akan nambah banyak pengangguran,mereka kru sumber kencono punya keluarga semuanya butuh makan+sekolah,emang P.de karwo mau ngasih makan+nyekolahkan,selain itu lakukan survei dulu di masarakat,masalah mati semuanya bakal mati,cuma prosesnya beda2,di pikir di sek P.de
    Beri Tanggapan Laporkan
  • boss_yogi » 0 Tanggapan
    kali bisa jangan ditutup tho pak de karwo. saya kalo mudik dari semarang ke sby ya naik bis ini. cepet dan nyaman. dari pada nyetir sendiri pegel. yang diubah sistem setorannya agar antar sopir gak ugal-ugalan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • thon @ » 0 Tanggapan
    jangan hirauin mereka yang menjelek jelekkan perusaan otobus sumber kencono,,, meski dapat julukan yg tak sedap di dengar,,jayalah ,seperti harapan penumpang,,,nyaman n selamat sampai tujuan,,sukses selalu,, salam all crew sk ss
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.